Budaya pertarungan Adu Banteng Di Kota Okinawa, Jepang

Okinawa, Bullfighting
Okinawa, Bullfighting

Adu Banteng Terpercaya – Di Spanyol memliki permainan adu banteng yang melibatkan matador berbeda lagi di Jepang. permainan adu banteng di Okinawa tidak memliki matador dan tidak memliki senjata. Pengunjung yang datang berharap untuk menyaksikan aksi matador mungkin akan merasa kecewa. Permainan Adu banteng di Okinawa adalah pertarungan antara dua ekor banteng, yang bobotnya lebih dari satu ton.permainan Adu banteng sudah menjadi budaya  para petani di Kepulauan Ryukyu sejak abad ke-17.namun saat ini adu banteng bisa disaksikan di salah satu dari selusin arena luar ruang di kepulauan utama Okinawa setiap Minggu sore.Beberapa tahun terakhir, beberapa pertandingan telah diselenggarakan di Ishikawa Multipurpose Dome di Kota Uruma. Dan bangunan ini dapat menampung hingga 3.000 penonton.

Lapangan pertarungan adu banteng berbentuk cincin yang luasnya 18 meter dimana sekeliling lapangan dipagari menggunakan besi untuk melindungi para penonton dari banteng yang mungkin saja keluar dari lapangan pertandingan dan bergabung dengan penonton yang duduk di bangku beton.Pada hari adu banteng, atau kadang-kadang malam sebelumnya, biasanya akan ada semacam pertunjukan tarian tradisional yang disebut Eisa dilakukan lapangan. Para muda mudi datang dari berbagai desa menari, bermain drum, peluit, nyanyian, dan menampilkan umbul-umbul dari desa mereka masing-masing. Pemandangan dan suara dari para penari menjadi bagian dari budaya pulau sebagai awal dimulainya adu banteng.

Sama seperti pegulat sumo yang melemparkan garam sebelum pertandingan untuk mengusir roh jahat, wadah garam juga ditempatkan di arena sebelum dimulainya pertandingan adu banteng. Beberapa pengumuman cepat dibuat menggunakan loudspeaker yang menusuk telinga sebagai tanda pertandingan siap untuk dimulai.Dengan tali yang dipasang ke sebuah cincin di hidung, seekor banteng jantan dibawah masuk ke dalam ring oleh tim yang terdiri dari 4 sampai 5 orang. Hanya 1 orang pada suatu waktu yang diperbolehkan berada di sisi banteng selama pertarungan. Sedangkan yang lainnya hanya menunggu di pinggir lapangan

Para pelatih akan bergiliran berada sisi banteng jantan, tergantung pada berapa lama pertandingan.ada pertarungan hanya berlangsung beberapa detik. sedangkan yang lain mungkin berlangsung setengah jam atau lebih.ada tempat duduk disiapkan untuk 3 orang juri yang nantinya akan menentukan siapa pemenangnya. Banteng-banteng yang belum berpengalaman ditambatkan sepanjang pertandingan; sedangkan yang sudah berpengalaman tidak diikat karena bisa langsung diadu tanpa dipimpin.Sang handler bertelanjang kaki, berteriak, memberikan dorongan dan melompat-lompat – biasanya lebih aktif dibandingkan para banteng, yang cenderung hanya mengunci tanduk dan tetap praktis tak bergerak seperti menghadapi lawan

Di akhir pertarungan banteng yang kalah akan dikawal meninggalkan tempat pertandingan sementara sang banteng pemenang akan diberi jubah dan diarak keliling untuk putaran kemenangan. Seringkali tim handler gembira melompat naik atau mengijinkan anak-anaknya naik untuk foto. Ketika acara berakhir, semua orang ingin mendekat, menepuk pemenang atau berpose foto dengan juara.Sama seperti dalam pertandingan sumo, Grand Champion disebut Yokozuna.

Untuk bisa ikut menonton pertandingan, penonton diharuskan membayar tiket masuk yang harganya antara 2.000-3.000 Yen (sekitar 236 ~ 354 ribu Rupiah). Di dalam area penonton, tersedia juga makanan dan minuman yang bisa dibeli oleh penonton dengan kisaran harga 150 Yen sampai 500 Yen. Tertarik untuk melihat pertandingan adu banteng ala Okinawa? Lokasinya: Di Ishikawa Dome di Kota Uruma, sekitar 1 jam perjalanan ke arah utara dari Bandara Internasional Naha keluar Exit 6 dari Okinawa Expressway.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© SUKABET77, Pasang bola sesukamu di sini.