Sempat Tertinggal, Christian Eriksen Gagalkan Kemenangan Juventus

Sempat Tertinggal, Christian Eriksen Gagalkan Kemenangan Juventus

Sempat Tertinggal Lebih Dulu, Gol Penyama Dari Christian Eriksen Bawa Tottenham Gagalkan Kemenangan Juventus

Bandar Judi Bola – Sempat tertinggal lebih dulu dari tuan rumah, Christian Eriksen mencetak gol untuk menyamakan kedudukan. Gol tambahan dari Eriksen di babak kedua itu menggagalkan kemenangan Juventus yang sudah di depan mata.

Di fase 16 besar Liga Champions leg pertama, mempertemukan Juventus dengan Tottenham Hotspur. Laga yang digelar di Allianz Stadium pada hari Rabu (14/02/2018) dini hari itu harus ditutup dengan skor imbang 2-2.

Menjamu Hotspur, Bianconeri tampil dengan sangat impresif selama 90 menit. Tim besutan Allegri tersebut bahkan langsung membuka kemenangan lewat gol dari Gonzalo Higuain di menit ke dua. Yang kemudian digandakan Higuain di menit ke 9 melalui titik putih.

Spurs yang tertinggal di awal, baru berhasil mengejar ketertinggalan di menit 35 lewat Harry Kane. Lalu disusul dengan gol tambahan Christian Eriksen di menit 71, yang sekaligus mematahkan harapan kemenangan tuan rumah.

Baca juga : Meski Tanpa Paulo Dybala, Bianconeri Siap Hadapi Tottenham

Memulai laga, Juventus langsung membuka keunggulan di menit kedua lewat serangan Higuain. Memaksimalkan tendangan bebas dari Miralem Pjanic, Gonzalo Higuain langsung menyambar bola yang diarahkan ke pojok bawah gawang. Juve unggul cepat 1-0.

Tak berselang lama, Bianconeri menggandakan keunggulannya. Wasit menghadiahi penalti pada Juve setelah pemain belakang Spurs, Ben Davies, melakukan pelanggaran terhadap Federico Bernardeschi di daerah terlarang.

Maju sebagai eksekutor, Higuain sukses menunaikan tugasnya. Juve menjauh 2-0 di menit ke delapan.

Di menit 17, Spurs berpeluang mengejar ketertinggalan setelah Harry Kane dilanggar oleh Medhi Benatia di kotak penalti. Namun wasit pertandingan menolak klaim penalti dari Hotspur, dan tetap melanjutkan permainan.

Tiga puluh menit setelah laga berjalan, Spurs masih belum bisa mengejar ketertinggalan. Peluang mereka di menit 32 lewat tendangan jarak dekat Kane masih terlalu, bola pun dengan mudah digagalkan Buffon. Sebelumnya dua peluang dari Eriksen di menit 26 dan 29 juga belum menemui sasaran.

Usaha Spurs mempersempit jarak berbuah manis di menit 35. Dimulai dari keberhasilan Dele Alli menguasai bola di tengah lapangan, yang kemudian diumpankan jauh ke depan pada Kane yang lolos dari kawalan penjagaan. Striker timnas Inggris itu sukses merobek jala tuan rumah, setelah mengecoh pergerakan Buffon. Spurs menyusul 2-1.

Berita Lainnya : Juventus Naik Ke Puncak Setelah Kalahkan Fiorentina

Di masa perpanjangan waktu babak pertama, Tottenham nyaris kebobolan lagi. Juve kembali mendapat hadiah penalti untuk kedua kalinya setelah Douglas Costa dilanggar oleh rekrutan terbaru The Lily Whites, Serge Aurier. Beruntung, eksekusi Higuain kali ini gagal menemui sasaran. Paruh waktu pertama ditutup dengan skor sementara 2-1 untuk Si Nyonya Tua.

Memulai babak kedua, Juventus semakin berambisi untuk meraih kemenangan di leg pertama. Usaha Federico Bernardeschi di menit 57 menghasilkan sepakan pojok, setelah bola ditepis ke luar oleh Hugo Lloris. Bola sepak pojok pun belum berhasil dimanfaatkan dengan maksimal.

The Lily Whites berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir babak kedua. Peluang Spurs datang dari tendangan bebas di menit ke 72 yang diselesaikan dengan baik oleh Christian Eriksen. Sepakan mendatarnya yang mengarah ke pojok gawang gagal diantisipasi oleh Buffon. The Lily Whites menyusul 2-2.

Memanfaatkan sisa waktu, kedua tim terus melancarkan serangan untuk memimpin keunggulan. Namun hingga waktu habis, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta. Hasil imbang 2-2 menutup laga panas.

Dengan hasil ini, otomatis Juve harus menang di leg kedua yang akan digelar di London pada 8 Maret 2018 nanti untuk bisa maju ke babak selanjutnya.

The Lily Whites Berjaya Di Derby London Utara Setelah Tundukkan Arsenal

The Lily Whites Berjaya Di Derby London Utara Setelah Tundukkan Arsenal

The Lily Whites Berjaya Di Derby London Utara Setelah Tundukkan Arsenal Di Wembley Stadium

Bandar Judi Bola – The Lily Whites berjaya di Derby London Utara pada pertemuan kedua mereka musim ini. Spurs tundukkan Arsenal dengan skor tipis 1-0, lewat gol yang dicetak oleh Harry Kane di babak pertama.

Wembley Stadium menjadi saksi kerasnya permainan tuan rumah saat menjamu Arsenal pada Sabtu (10/02/2018) malam. Menunjukkan kekuatan yang seimbang, sejak laga dimulai kedua tim sudah bermain saling menekan satu sama lain.

Peluang emas tuan rumah datang di menit ke 9. Bermula dari terobosan Dele Alli di sisi kiri, bola kemudian diumpankan kepada Kane. Sayangnya, bola lebih dulu diblok oleh Shkodran Mustafi sebelum sampai pada Harry Kane.

Tuan rumah kembali mendapat kesempatan untuk membuka keunggulan. Di menit ke 16, Son mencoba peruntungannya lewat sepakan jarak jauh setelah memanfaatkan kesalahan pemain Arsenal. Tapi datangnya bola berhasil diantisipasi Cech dengan baik.

Di menit 27, usaha Kane nyaris berbuah gol untuk tuan rumah. Bermula dari umpan lambung Christian Eriksen, Kane menyambar bola lewat tandukkannya dan diarahkan ke gawang Cech. Sayangnya bola masih melambung tipis di atas gawang Arsenal.

Baca juga : Menantikan Persaingan Aubameyang Dengan Lacazette Di Sisa Musim

Arsenal sendiri bukannya tidak ada perlawanan. Namun di sepanjang babak pertama, tim besutan Arsene Wenger itu lebih banyak bermain di belakang untuk mempertahankan daerahnya. Gaya permainan tersebut juga tidak berbeda jauh di babak kedua.

Sayangnya, empat menit setelah babak kedua dimulai, gawang Petr Cech akhirnya kebobolan. Bermula dari umpan lambung silang yang dilancarkan oleh Ben Davies, Kane memenangkan duel di udara saat berebut bola dengan Lauent Koscielny. Lewat tandukkan kerasnya, striker timnas Inggris itu membawa keunggulan bagi timnya. Skor 1-0 untuk Spurs.

Dua menit berselang, Harry Kan nyaris menggandakan keunggulan tuan rumah. Tapi sundulannya yang memaksimalkan umpan dari Eric Dier masih belum menemui sasaran. Hingga menjelang akhir babak kedua, tercatat sebanyak tujuh peluang lainnya yang dilepaskan oleh tuan rumah.

Terakhir adalah peluang Lamela dari depan gawang Arsenal. Sayangnya, Lamela gagal memaksimalkan peluangnya saat berhadapan langsung dengan Petr Cech.

Kebangkitan The Gunners terjadi di sepuluh menit terakhir pertandingan. Beberapa peluang berbahaya yang tercipta nyaris berbuah gol yang menyamakan kedudukan. Begitu juga peluang Arsenal di masa injury time.

Dua kesempatan emas Lacazette belum berhasil membuahkan angka. Peluang pertamanya saat memaksimalkan umpan dari Hector Bellerin, masih melambung tinggi di atas gawang tuan rumah. Sedang peluang keduanya datang lewat operan dari Alex Iwobi. Sayang penyelesaian Lacazette masih melenceng tipis dari mulut gawang.

Begitu juga dengan usaha terakhir Arsenal melalui tendangan bebas Mesut Oezil. Bola eksekusinya belum menemui sasaran setelah membentur barisan pemain Hotspur. Tak lama, pertandingan diakhiri untuk kemenangan Spurs.

Gol Cepat Christian Eriksen Jadi Awal Petaka Bagi United

Gol Cepat Christian Eriksen Jadi Awal Petaka Bagi United

Gol Cepat Christian Eriksen Jadi Awal Petaka Bagi Kekalahan Telak Manchester United Di Wembley

Bandar Judi Bola – Gol cepat Christian Eriksen saat laga belum genap berjalan satu menit, menjadi awal dari petaka untuk Manchester United. Bahkan saat laga berakhir, United akhirnya harus menelan kekalahan pertamanya di bulan Januari.

Bertanding di Wembley Stadium pada Kamis (01/02/2018) dini hari, kedua tim menampilkan permainan yang cukup berimbang. Namun tuan rumah Spurs berhasil membuka keunggulan lebih dulu saat laga belum genap satu menit.

Berawal dari umpan panjang yang dilontarkan lini belakang Spurs, Dele Alli mengubahnya menjadi tendangan yang diarahkan ke gawang. Bola sempat di blok oleh pemain belakang United, sebelum akhirnya disambar oleh Eriksen. Bola liar tersebut membawa Spurs unggul 1-0.

Gol yang dilesakkan Eriksen di detik ke 11 pun menjadi gol tercepat yang tercatat di Premier League musim ini.

Serangan balasan MU di menit ke tiga yang dibangun oleh Lingard belum menemui sasaran. Begitu pula dengan usaha dari Anthony Martial di menit 21 yang belum membuahkan angka untuk menyamakan kedudukan.

Di menit 28, gawang yang dikawal oleh De Gea kembali kebobolan. Gol bunuh diri Phil Jones membawa Spurs unggul 2-0. Bermula saat Jones akan memblok umpan dari Kieran Trippier, usahanya malah membuat bola bergulir ke dalam gawangnya sendiri.

Lihat juga : Posisi Rashford Yang Dikabarkan Terancam Karena Sanchez

Tertinggal dua angka, Setan Merah mencoba memperkecil jarak lewat peluang dari Paul Pogba. Sayang usahanya di menit 31 masih meleset dari mistar gawang Huga Lloris.

Tottenham nyaris memperlebar jarak dengan tamunya di masa injury time babak pertama. Beruntung bagi MU, bola dengan sigap digagalkan oleh De Gea. Pruh waktu pertama pun ditutup dengan skor 2-0 untuk sementara.

Memasuki babak kedua, Spurs tetap menampilkan permainan yang menekan. Tuan rumah bahkan mendapat peluang lewat tendangan Son. Sialnya, bola masih melenceng ke sisi gawang. Tendangan jarak jauh Eriksen di menit 65 pun belum menemui sasaran.

Menjelang akhir babak kedua, Kane kembali mengancam gawang De Gea. Namun serangan Kane dari dalam kotak penalti berhasil digagalkan oleh Smalling, dan berakhir dengan tendangan pojok.

United nyaris kebobolan lagi karena kesalahan yang dibuat oleh Ander Herrera saat mengantisipasi bola. Salah melepaskan umpan, bola dari Herrera dikuasai oleh Eric Dier. Beruntung, penyelesaian dari Eric Dier belum maksimal.

Meski meraih poin penuh, baik Spurs maupun United tidak beranjak dari posisi masing-masing. Dengan tambahan 3 poin, The Lily Whites mengumpulkan 48 angka di posisi ke lima. Sedang Manchester United, masih di peringkat ke dua dengan perolehan 53 poin.

Pertandingan Pertama Tottenham Hotspur Di Tahun Ini Di Bawah Guyuran Hujan

Pertandingan Pertama Tottenham Hotspur Di Tahun Ini Di Bawah Guyuran Hujan

Pertandingan Pertama Tottenham Hotspur Di Tahun Ini Saat Bertemu Swansea Dimenangkan Di Bawah Guyuran Hujan Deras

Bandar Judi Bola – Pertandingan pertama Tottenham Hotspur di tahun ini saat bertemu Swansea berhasil dimenangkan. Hasil tersebut menjadi modal bagi pasukan Pochettino untuk melakoni sisa musim, meski kemenangan diraih dibawah guyuran hujan deras.

Bertandang ke Liberty Stadium pada Rabu (03/01/2018) dini hari tadi, The Lily Whites menang dengan skor 0-2. Kemenangan tersebut berasal dari gol yang dicetak oleh striker pelapis, Fernando Llorente dan Dele Alli.

Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, memutuskan untuk menurunkan Fernando Llorente yang merupakan striker pelapis Harry Kane. Di laga kali ini, Kane berada dalam daftar pemain cadangan karena baru saja sembuh dari sakitnya.

Mengawali babak pertama, kedua tim sempat mengalami kesulitan akibat hujan yang turun membatasi jarak pandang. Namun tak butuh waktu lama, mata para pemain mulai terbiasa dengan guyuran air hujan.

Terbukti dari gol cepat yang dicetak oleh Llorente di menit 12 untuk membawa keunggulan bagi Hotspur. Berawal dari tendangan bebas yang dilancarkan Eriksen ke depan gawang, Llorente sukses menyundul bola ke dalam gawang yang dikawal oleh Fabianski.

Memimpin 0-1, Spurs mendapat kesempatan menggandakan keunggulan lewat Dele Alli. Sayang penyelesaian nya masih melenceng tipis dari mulut gawang. Tuan rumah baru bisa bangkit membangun serangan di menit 32. Namun tendangan bebas dari Renato Sanches masih berakhir diatas mistar Hugo Lloris.

Serangan Swansea yang berikutnya terhitung cepat. Lewat umpan silang Nathan Dyer, bola diarahkan kepada Martin Olsson. Tapi sepakan Olsson masih melenceng tipis dari mulut gawang.

Menjelang akhir babak pertama, Spurs merancang serangan lewat Eriksen. Mengirim umpan silang ke daerah pertahanan lawan, Eriksen mengarahkan bola kepada Llorente yang berada di daerah kotak penalti lawan. Sayangnya eksekusi Llorente masih belum maksimal. Babak pertama pun selesai tak lama kemudian.

Lihat juga : United Kembali Ke Jalur Kemenangan Setelah Tundukkan Everton

Di paruh waktu kedua, Tottenham melancarkan serangan cepat. Namun sepakan Son Heung-Min masih melambung, begitu juga dengan peluang yang dibuat Eriksen.

Percobaan Swansea di menit 65 merupakan hasil kerja sama Mike van der Hoorn dengan Davinson Sanchez. Keduanya berhasil mengecoh pertahanan Spurs sehingga melepaskan fokus penjagaan pada Luciano Narsingh. Tanpa penjagaan, Narsingh melepaskan tembakan kencag ke gawang Lloris. Beruntung Hugo Lloris sigap menahan datangnya bola.

Selang tiga menit, Tottenham memprotes keputusan wasit yang tidak memberikan hukuman penalti pada mereka setelah pelanggaran Van der Hoorn pada Alli.

Tertinggal lebih dulu dari tamunya membuat Swansea gencar melakukan serangan. Kali berikutnya serangan Swansea dimotori oleh Jordan Ayew. Ayew sukses melepaskan diri dari  pengawalan Vertonghen dan mengecoh Hugo Lloris. Beruntung Ben Davis berhasil mencegah bola tepat pada waktunya.

Memasuki menit akhir waktu normal pertandingan, Spurs akhirnya membuka keunggulan lewat gol yang disematkan Dele Alli. Harry Kane yang masuk menggantikan Llorente di menit ke 68 mengirim umpan lambung terukur kepada Alli yang berada di tengah lapangan.

Menggiring bola dari tengah lapangan, Alli melepaskan tembakan jarak sedang ke gawang Fabianski. Refleks cepat dari Fabianski berhasil menepis tendangan Alli. Namun sialnya, bola berhasil di block Lukasz. Lewat bola rebound, Alli akhirnya berhasil menggetarkan jala Swansea. Laga pun ditutup dengan skor 0-2 bagi kemenangan Spurs.

Dele Alli, Bintang Muda Tottenham Hotspur Yang Naik Turun

Dele Alli, Bintang Muda Tottenham Hotspur Yang Naik Turun

Dele Alli, Bintang Muda Tottenham Hotspur Dengan Performa Yang Naik Turun Musim Ini

Bandar Judi Bola – Dele Alli, bintang sepakbola muda yang bermain di klub Tottenham Hotspur belakangan sedang berada dalam sorotan publik. Performanya yang naik turun saat membela klub membuat posisinya dipertanyakan.

Dalam dua bulan terakhir, nama Dele Alli memang sedang tenggelam. Hal tersebut terkait performanya yang naik turun di klub. Sebelumnya, pemain berusia 21 tahun itu menjadi andalan dalam skuat Pochettino.

Performanya yang cemerlang di awal musim terbukti dengan torehan 7 gol yang dicetaknya di segala ajang kompetisi. Gol terakhirnya dibukukan saat The Lily Whites berlaga melawan Real Madrid di ajang Liga Champions awal bulan November lalu.

Setelah itu, penampilan Alli mendadak merosot tajam. Meski masih bisa menghasilkan enam assist, namun publik pendukung Tottenham masih menanti gol dari pemain berposisi gelandang tengah tersebut.

Saat laga melawan Manchester City beberapa waktu lalu, penampilan Dele Alli yang kasar menjadi sasaran kritik dari fans dan hatersnya. Tekel kerasnya kepada Kevin De Bruyne dianggap bisa mematahkan kaki pemain City tersebut.

Beruntung di laga tersebut Alli hanya mendapatkan kartu kuning. Di laga selanjutnya, saat Spurs melawan Burnley, pasukan Pochettino memetik hasil manis. Menang dengan skor 3-0, Alli menyumbangkan satu assist untuk keberhasilan Spurs.

Lihat juga : Jelang Laga Boxing Day, Jose Mourinho Soroti Lini Belakang Burnley

Di laga ini, Alli kembali menjadi sorotan atas dugaan diving yang dibuatnya. Diving yang dibuat Alli menghasilkan penalti untuk Spurs. Tak hanya itu, Alli juga mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras kepada Charlie Taylor.

Namun performa Alli yang angin-anginan dibela oleh rekan satu timnya Harry Kane. Menurut Kane, meski sebagian orang menganggap penampilan Alli buruk, namun dilaga melawan Burnley, Dele menghasilkan assist untuk Kane mencetak gol.

Harry Kane menilai jika Alli merupakan sosok pribadi yang menyenangkan, hanya saja saat ini Alli sedang dalam kondisi yang tidak oke.

Derbi London Utara Jilid Satu Menjadi Milik Tim Meriam London

Derbi London Utara Jilid Satu Menjadi Milik Tim Meriam London

Derbi London Utara Jilid 1 Menjadi Milik Tim Meriam London, Arsenal

Bandar Judi Bola – Derbi London utara jilid 1 yang digelar malam tadi menjadi milik Tim Meriam London, Arsenal. Bermain di Emirates Stadium, Arsenal berhasil mengunci kemenangan atas tamunya Spurs dengan skor 2 gol tanpa balas.

Alexis Sanchez dan Skhodran Mustafi sama-sama mencetak gol di babak pertama. Gol ini juga yang membawa Arsenal keluar sebagai pemenang derbi London utara jilid 1 sekaligus mengamankan posisi Wenger sebagai pelatih Arsenal.

Pertandingannya sendiri berjalan dengan tensi yang cukup tinggi. Kedua tim langsung saling serang sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan. The Gunners, melalui Lacazette mendapat peluang terlebih dahulu. Sayangnya tendangan Lacazette masih jauh diatas gawang yang dijaga Lloris.

Tak jauh berbeda, peluang yang didapat Spurs melalui Harry Kane pun gagal dieksekusi dengan baik. Sepakan keras Kane ke arah gawang Arsenal masih bisa digagalkan oleh Petr Cech.

Akhirnya di menit ke 36, Arsenal berhasil membuka keunggulan lewat Skhodran Mustafi. Bermula dari tendangan bebas yang dilepaskan Mesut Oezil, umpan lambung tersebut berhasil diselesaikan dengan baik oleh tandukkan Mustafi.

Lima menit berselang, giliran Alexis Sancez yang memperbesar angka bagi tuan rumah. Lacazette mengirimkan umpan silang ke arah dekat tiang dimana Sancez berada, yang langsung dituntaskan Sanchez dengan kaki kanannya. Babak pertama pun ditutup dengan skor 2-0.

Pasukan Arsene Wenger memulai babak kedua dengan menguasai pergerakan bola dan mengendalikan permainan. Spurs yang sempat terpojok perlahan bisa terlepas dari tekanan Oezil dkk.

Kane kembali membuka peluang saat mendapat bola umpan. Sayangnya tembakan Kane masih bisa dihalau oleh Mustafi. Performa Kane dan Dele Alli yang buruk di laga ini membuat Pochettino memutuskan untuk menarik mereka dari pertandingan.

Pochettino memasukkan Llorente dan Son untuk menambah daya serang. Meski begitu, perubahan tersebut tidak membawa banyak pengaruh. Hingga akhir peluit panjang, The Lily Whites tetap tidak bisa mengejar ketertinggalannya.

Lihat juga : Setan Merah Kembali Menang Di Kandang Saat Jamu New Castle

Spurs Tekuk Real Madrid Di Wembley’s Stadium Pada Pertemuan Kedua

Spurs Tekuk Real Madrid Di Wembley's Stadium Di Pertemuan Kedua

Spurs Kembali Berjaya, Real Madrid Kembali Menelan Kekalahan Beruntun

Bandar Judi Bola – Spurs mendapat kemenangan manis saat menjamu Real Madrid di kandang. Bertemu di lanjutan laga Liga Champions untuk yang kedua kalinya, anak asuh Pochettino  memberikan penampilan yang sangat memuaskan.

Tottenham meraih kemenangan telak atas tamunya Real Madrid dengan skor 3-1. Hasil ini memastikan posisi Tottenham di babak 16 besar Liga Champions bersama tim Inggris lainnya, Manchester City yang sudah lebih dulu sampai.

Dele Alli menjadi pahlawan bagi kemenangan The Lily Whites dengan mencetak 2 gol. Sedang satu gol lain nya dicetak oleh Christian Eriksen. Gol Real Madrid sendiri dicetak oleh Christiano Ronaldo jelang akhir pertandingan.

Tampil impresif, Spurs berhasil memimpin di pertengahan babak pertama melalui gol Dele Alli. Tertinggal satu gol, Madrid terus memberikan perlawanan, sayang peluang yang dihasilkan tidak mampu membuahkan gol.

Memasuki babak kedua, Madrid terus menaikkan tekanan terhadap tuan rumah. Berbagai peluang terus dihasilkan, namun tetap saja Madrid “mandul”. Justru Spurs-lah yang berhasil menggandakan keunggulan.

Dele Alli kembali mencatatkan namanya di scoreboard pada menit ke 56. Menerima umpan dari Eric Dier, Alli berhasil mengeksekusinya dengan tendangan keras kaki kanannya. Membawa timnya unggul 2-0.

Gol ketiga Spurs ditorehkan oleh Christian Eriksen. Eriksen yang berada di daerah kotak penalti menerima umpan lambung dari Harry Kane. Berduel dengan Kiko Casilla, Eriksen sukses mengecoh kiper Madrid dan berhasil melesakkan bola.

Lihat juga : Kalahkan Napoli, Sergio Aguero Cetak Rekor Baru

Madrid yang tertinggal jauh, terus melancarkan serangan balik cepat. Peluang baru didapat 10 mneit jelang pertandingan usai. Memanfaatkan kemelut depan gawang Spurs, Ronaldo berhasil merobek gawang Lloris dan memperkecil ketertinggalan.

Sayang nya Ronaldo dkk tidak bisa menambah gol hingga pertandingan berakhir. Madrid harus pulang dengan kepala tertunduk dan kembali menerima hasil yang tidak memuaskan. Di pertemuan pertama antara Madrid dan Spurs, Madrid hanya mampu meraih hasil imbang.

Kekalahan ini merupakan kekalahan terbesar Madrid di Liga Champion sejak November tahun 2008.

Mauricio Pochettino menggagalkan klaim Xavi bahwa Manchester City bisa membeli Dele

Dele Alli, Mauricio Pochettino, Tottenham
Dele Alli, Mauricio Pochettino, Tottenham

Bandar Judi BolaMauricio Pochettino mengatakan Tottenham tidak berniat menjual Dele Alli ke Manchester City kendati Xavi mengatakan Pep Guardiola tertarik pada pemain tersebut.

Dan bos Spurs telah menggambarkan Xavi sebagai seseorang yang dia anggap sebagai “musuh” dari hari-hari mereka sebagai lawan di La Liga.

Mantan pemain Barcelona Xavi memuji Alli sebagai “salah satu pemain yang terbaik di Eropa” dan mengatakan bahwa temannya dan mantan manajer Guardiola ingin membawanya ke Etihad musim panas ini.

Tapi Pochettino yakin Xavi hanya membuat komentar seperti itu karena dia “membenci” pelatih Argentina tersebut karena dia berhasil dan bermain untuk rival Barcelona kota Espanyol.

“Dia sedang dalam masa ketika dia suka berbicara, dia di Doha [bermain untuk Al Sadd] dan mendengarkan, dia adalah pemain Barcelona, dia adalah musuh saya,” kata Pochettino menjelang perjalanan timnya ke Crystal Palace pada Rabu malam.

“Dia mencoba menghancurkan fokus kami untuk menang karena dia membenci saya karena dia adalah pemain Barcelona, Anda tahu.

“Saya mengenalnya [Xavi] dengan sangat baik, saya sering bermain melawan dia dan ketika saya menjadi manajer [di Espanyol].”

Pochettino menceritakan sebuah kisah dari karir bermain kedua pria tersebut untuk menggambarkan ketidakpercayaannya terhadap Xavi, saat dia memenangkan hukuman penalti yang diberikan Zlatan Ibrahimovic untuk memberi Barcelona kemenangan 1-0 atas tim Espanyol dalam sebuah pertandingan di bulan Desember 2009.

“Kemarin ada Thierry [Henry] di sini dan kami mengingat permainan bahwa dia [Xavi] menipu wasit,” kata Pochettino.

“Dia terjatuh, itu bukan penalti, tapi Ibrahimovic mencetak gol untuk Barcelona dan mereka memenangkan pertandingan.

“Orang yang menandai adalah Raul Baena, Xavi terjatuh dan mengatakan ‘penalti’, mereka memberi penalti.

“Setelah, dalam video, sangat lucu karena tidak ada yang menyentuhnya dan semua orang di media mengatakan tidak, tidak mempercayai saya – itu adalah hukuman. Ayo, pergi dari kebohongan untuk berbohong.

“Dia bekerja untuk Manchester City, mungkin? Dia ingin membantu Guardiola dan [Vincent] Kompany.”

 

Tottenham Dele Alli menegaskan dia tidak akan mengubah sifat agresif

Dele Alli, Tottenham
Dele Alli, Tottenham

Bandar Judi Bola Maxbet – Gelandang Tottenham Dele Alli menegaskan dia tidak akan mengubah sifat agresif dalam permainan, tetapi bekerja untuk mengekang reaksi dipanaskan nya.

Alli mendapatkan larangan tiga pertandingan oleh UEFA pekan lalu untuk pelanggaran itu mengirim-off melawan Gent di Liga Europa – mengatasi tinggi setelah frustrasi kehilangan kepemilikan.

Ini bukan pertama kalinya Alli telah dilarang untuk bereaksi terhadap lawan; ia diberi tiga pertandingan suspensi retrospektif untuk pukulan pada musim lalu Claudio Yacob West Brom.

“Ada banyak dikatakan tentang saya dan agresi saya tapi saya pikir, jujur, itu bukan sesuatu yang saya akan melihat ke berubah,” katanya setelah istirahat lain internasional yang sukses dengan Inggris.

“Itu pemain saya, saya selalu seperti itu sejak saya masih muda. Ini tentang mendapatkan itu di bawah kontrol dan saya pikir saya sudah melakukan itu. Tapi Anda harus siap untuk melawan, menantang dan untuk mendapatkan ditantang .

“Aku harus terus meningkatkan dan belajar;.. Tidak bermain dengan kurang agresi tapi bagaimana saya bereaksi dalam situasi yang berbeda Ini sesuatu yang saya ingin meningkatkan Saya telah bekerja di atasnya, mudah-mudahan orang-orang dapat melihat bahwa.

“Kadang-kadang bisa mendapatkan keuntungan tim jika pemain menyelam di. Jika itu akan membantu tim dan mendapatkan kita tendangan bebas, saya tidak keberatan.”

Alli mengatakan ia “bersyukur” untuk tidak menyakiti bek Gent Brecht Dejaegere di Wembley pada 23 Februari, terutama mengingat apa yang terjadi pada Everton Seamus Coleman selama akhir pekan.

Republik Irlandia kapten menderita istirahat kaki ganda menyusul tekel dari Wales’ Neil Taylor. FIFA akan membayar upah Coleman sementara ia pulih dari cedera.

“Ini adalah saat yang mengerikan bagi saya, sesuatu yang saya pelajari dari langsung,” tambah Alli. “Saya merasa mengerikan setelah pertandingan dan aku hanya bersyukur bahwa tidak ada yang terjadi padanya [Dejaegere].

“Ini memalukan untuk mendengar pemain cedera seperti itu. Aku merasa kasihan Seamus dan saya berharap dia cepat sembuh. Seperti saya katakan, saya yakin orang [Taylor] tidak bermaksud melakukan itu. Dia pasti takkan’ t telah dimaksudkan untuk melukai pemain.

“Seperti saya mengatasi; aku merasa aku merasa lega bahwa tidak ada yang buruk terjadi pada pemain saya tidak masuk menyakiti pemain, saya pergi untuk bola tapi kadang-kadang dapat melihat jauh lebih buruk daripada apa yang terjadi di kepala Anda.. “

Pochettino mengatakan Tottenham Dele Alli memiliki naluri ‘killer’

Read More
Dele Alli, Tottenham
Dele Alli, Tottenham

Mauricio Pochettino telah diberi label Dele Alli “pembunuh” dan mendesak orang Tottenham untuk mempertahankan sisi nakal untuk permainannya.

 

Agen Judi Sportsbook Asia77Alli telah dalam bentuk gemilang untuk Spurs musim ini dan telah mencetak 11 gol, termasuk tujuh di lima acara terakhir.

Gelandang 20 tahun menandatangani kontrak jangka panjang baru di White Hart Lane pada awal kampanye dan telah terbukti menjadi bagian penting dari sisi Pochettino ini.

Alli telah berlekuk 20 gol dalam 52 pertandingan pertamanya Premier League, sebuah gol hasil yang lebih baik daripada orang-orang seperti Paul Scholes, Frank Lampard dan Steven Gerrard dihasilkan pada tahap yang sama dalam karir masing-masing.

Dan Pochettino percaya insting mematikan Alli adalah untuk berterima kasih untuk mata yang tampaknya alami untuk tujuan.

Dele Alli, bagi saya, dia adalah pembunuh karena dia sangat agresif ketika ia berjalan ke depan,” kata Spurs pelatih kepala.

“Dia putus asa untuk pergi ke kotak dan untuk mendapatkan bola dan mencetak gol. Itu adalah mentalitas yang luar biasa dan itu adalah karena dia pemain yang sangat istimewa

“Dia bisa bermain seperti pemain ofensif dan dia bisa bermain seperti gelandang karena sifatnya. Dia bisa menjalankan kotak ke kotak, ia dapat menjalankan 12,5 atau 13km, dan semua karakteristik yang membuat dia pemain yang sangat istimewa.

“Dia tidak seperti Harry Kane, dia tidak bisa menjadi pencetak gol terbanyak kami seperti dia, tapi untuk karakteristik ia memiliki tujuan. Dia putus asa untuk mencetak gol, dia sangat agresif di dalam kotak. Dia pantas banyak kredit, semua pujian dia menerima.”

Alli datang dari bangku cadangan di Tottenham Piala FA menang putaran ketiga 2-0 atas Aston Villa akhir pekan lalu namun diperkirakan akan kembali ke starting line-up saat West Brom mengunjungi London utara.

The Baggies memiliki rekor baru baik di White Hart Lane dan belum hilang ada di lebih dari lima tahun – termasuk imbang 1-1 di bulan April yang merupakan pukulan bagi harapan judul akhirnya sedih Tottenham.

Alli diusir dalam pertandingan itu untuk meninju gelandang Claudio Yacob di perut, dan sisi ulet nya telah keluar pada lebih dari satu kesempatan

Pochettino terpaksa untuk membela Inggris internasional setelah ia bertujuan tendangan di Fiorentina Nenad Tomovic selama pertandingan Liga Europa musim lalu.

Setelah pertandingan, Alli mengatakan tindakannya: “kepribadian saya adalah bahwa saya ingin mengekspresikan diri dan itu bukan sesuatu yang saya akan melihat untuk mengubah.

“Apakah Anda memerlukan beruntun agresif untuk berkembang? Anda bisa mengatakan bahwa. Banyak pemain besar memiliki mentalitas itu. Saya ingin menjadi yang terbaik yang saya bisa dan jika itu yang harus saya lakukan itu, itulah yang saya lakukan.”

Dan manajernya telah kembali kepada Alli memastikan dia terus bagian dari sifat agresif dalam permainannya, bahkan saat menjadi dewasa.

“Saya suka pemain yang seperti itu,” kata Pochettino, ketika ditanya apakah pemain harus menjadi sedikit nakal.

“Saya pikir itu penting. Orang-orang ini pintar dengan cara itu, untuk menjadi kompetitif adalah penting bahwa orang menghormati Anda karena untuk menjaga titik yang penting, tidak terlalu nakal, tapi sedikit.

“Ya, memang benar bahwa ia masih muda tapi dia telah meningkatkan banyak dan belajar. Itu penting, bahwa (meninju Yacob) adalah salah satu musim yang lalu, ia adalah orang yang sangat pintar dan cerdas.

“Dia lebih dewasa sekarang, ia telah belajar banyak.

“Nya secara pribadi adalah seperti anak-anak dan dia cerdas dan pintar. Di sisi sepakbola, dia cerdas, juga. Dalam kedua belah pihak, ia dapat belajar dan meningkatkan karena dia masih sangat muda.”