Giornata Ke 18 Hadirkan Laga Panas Antara Serigala Kota Dengan Bianconeri

Giornata Ke 18 Hadirkan Laga Panas Antara Serigala Kota Dengan Bianconeri

Giornata Ke 18 Akan Hadirkan Laga Panas Antara Serigala Kota Dengan Bianconeri Di Allianz Stadium Akhir Pekan Ini

Bandar Judi Bola – Giornata ke 18 akhir pekan ini akan menyajikan duel panas antara dua klub papan atas yang berjuluk Serigala Kota dengan Bianconeri. Laga tersebut akan digelar di Allianz Stadium, yang merupakan kandang baru Bianconeri pada hari Minggu (24/12/2017) nanti.

Juve yang belum lama ini meraih hasil positif di liga domestik dan Coppa Italia percaya diri menatap laga akhir pekan nanti. Apalagi lawan mereka, AS Roma, tercatat tak pernah menang dalam tujuh pertandingan terakhir saat harus bertandang ke Allianz Stadium.

Kedua tim diperkirakan akan turun dengan kekuatan penuh. Mengingat keduanya juga sedang bersaing untuk meraih posisi di klasemen. Dengan selisih dua poin diantara kedua tim, laga akhir pekan nanti diprediksi akan berjalan sama kuatnya.

Striker tuan rumah, Paulo Dybala, juga sudah mulai mendapatkan kembali ketajaman nya. Hal ini terbukti saat Juve bertemu Genoa dalam ajang Coppa Italia. Dalam laga tersebut, Dybala berhasil mencetak satu angka dan satu assist untuk kemenangan Bianconeri.

Baca juga : Jelang El Clasico Akhir Pekan Ini, Madrid Kemungkinan Tanpa Ronaldo

Hanya saja tuan rumah masih menghadapi sedikit kendala dikarenakan beberapa pemain kuncinya masih cedera. Sebut saja Gianluigi Buffon, Mario Mandzukic, dan Juan Cuadrado yang belum bisa dipastikan akan turun atau tidak.

Sedangkan AS Roma sendiri diketahui baru saja menelan kekalahan dari Torino. Tim Serigala Kota harus rela disingkirkan dari babak 16 besar Coppa Italia setelah dikalahkan Torino.

Jika Juve dihadapkan pada situasi dimana sebagian pemainnya mengalami cedera, maka Roma pun mempunyai masalahnya sendiri. Belakangan lini serang Serigala Kota sedang tidak produktif. Hal itu terlihat dari sedikitnya jumlah gol yang dicetak tim besutan Di Francesco.

Sementara itu, sehari sebelum duel panas Juve dengan Roma, pada hari Sabtu nanti Inter Milan dijadwalkan akan bertemu Sassuolo. Sedang pemuncak klasemen, Napoli akan menjamu Sampdoria di hari yang sama.

Bianconeri Menjamu Inter Milan Tanpa Kiper Utamanya

Bianconeri dijadwalkan akan menjamu Inter Milan dalam pertandingan yang disebut Derby D'Italia, pada Minggu (10/12/2017) dini hari nanti. Sayangnya di laga panas tersebut, Bianconeri dipastikan tidak akan diperkuat oleh kiper utamanya, Gianluigi Buffon

Bianconeri Akan Menjamu Inter Milan Tanpa Kehadiran Kiper Utamanya, Gianluigi Buffon

Bandar Judi Bola – Bianconeri dijadwalkan akan menjamu Inter Milan dalam pertandingan yang disebut Derby D’Italia, pada Minggu (10/12/2017) dini hari nanti. Sayangnya di laga panas tersebut, Bianconeri dipastikan tidak akan diperkuat oleh kiper utamanya, Gianluigi Buffon.

Sejak awal, kepastian mengenai main tidaknya Buffon di Derby D’Italia memang diragukan. Kiper berusia 39 tahun tersebut juga diketahui absen saat Juve bertemu Olympiakos di gelaran Liga Champions beberapa hari yang lalu.

Cedera betis yang dialami Buffon membuatnya harus absen untuk sementara waktu. Selain Buffon, Allegri juga masih ragu dengan penampilan Miralem Pjanic, Paulo Dybala, dan Mario Mandzukic.

Ketiga pemain tersebut diketahui sedang tidak berada dalam kondisi terbaiknya. Waktu pemulihan yang terlalu sedikit selepas Liga Champions kemarin diduga menjadi penyebab utamanya.

Selain Buffon, masih ada Stephan Lichtsteiner yang akan absen. Namun Allegri tidak terlalu khawatir karena Giorgio Chiellini sudah bisa dimainkan kembali saat ini. Buffon juga akan digantikan oleh  kiper muda Wojciech Szczesny di laga nanti.

Penampilan Inter Milan yang cemerlang di musim ini memang patut diwaspadai. Apalagi beberapa waktu belakangan ini, tim besutan Spalletti sudah berhasil membukukan 15 kemenangan  tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Mauro Icardi dkk sudah sukses mengalahkan lawan-lawan beratnya di liga, seperti AS Roma, AC Milan dan juga Napoli.

Luciano Spalletti menilai ujian Inter yang sebenarnya adalah di derby Italia nanti. Bianconeri tercatat sebagai salah satu tim yang sudah meraih 6 kali Scudetto, dan saat ini mereka juga diunggulkan untuk merebut Scudetto yang ke tujuh.

“Di Turin nanti, kami akan mengeluarkan yang terbaik. Kami akan tahu apakah kami bisa menang dan bersaing dalam perebutan gelar juara. Kami tahu siapa kami dan bagaimana kualitas permainan kami dan semoga kami pulang dengan 3 poin.” ungkap pelatih berusia 58 tahun tersebut.

Lihat juga : Presiden Real Madrid Ajak Neymar Ke Bernabeu Untuk Ballon d’Or

Lawan Olympiakos, Juve Tampil Tanpa Buffon Dan Pjanic

Lawan Olympiakos, Juve Tampil Tanpa Buffon Dan Pjanic

Lawan Olimpiakos, Juve Kemungkinan Tampil Tanpa Buffon Dan Pjanic Di Matchday Terakhir

Bandar Judi Bola – Lawan Olympiakos pada pertengahan pekan nanti, dua pemain inti Juventus dikabarkan akan absen. Kemungkinan besar klub berjuluk Si Nyonya Tua tersebut tidak akan diperkuat oleh Gianluigi Buffon dan Miralem Pjanic.

Juventus dijadwalkan akan melakukan lawatan ke Karaiskakis Stadium pada hari Rabu (06/12/2017) nanti. Matchday terakhir Grup D Liga Champions akan menentukan apakah Bianconeri bisa lolos ke babak selanjutnya.

Namun Bianconeri terancam tampil tanpa diperkuat dua pemain kuncinya, Buffon dan Pjanic. Kabar terakhir yang beredar keduanya mengalami masalah pada fisiknya. Buffon mendapat masalah dengan betisnya, sedang Miralem Pjanic sendiri mengalami kelelahan otot.

Tapi Allegri memastikan bahwa Gonzalo Higuain dan Mario Mandzukic akan turun main. Kedua penyerang itu sudah kembali fit dari cedera nya dan siap untuk bermain penuh di matchday besok, ungkap Allegri saat jumpa pers beberapa waktu lalu.

Pelatih yang berkebangsaan asli Italia tersebut menyebut masih akan mengkaji ulang dua masalah, yakni mengenai cedera Buffon dan Pjanic. Massimiliano tidak ingin memaksakan keduanya bermain meskipun hanya mengalami cedera ringan.

Pertandingan melawan Olympiakos memang penting, namun ia tidak ingin mengambil resiko dengan kehilangan mereka berdua lebih lama lagi.

Menurut Allegri, jika hasil evaluasi kedua nya memang tidak baik, Bianconeri masih bisa memainkan pemain nya yang lain. Wojciech Szczesny bisa menggantikan posisi Buffon di bawah mistar gawang.

Baca juga : Napoli Tumbang Di Kandang, Juventus Raih Kemenangan

Selain Gianluigi Buffon dan Miralem Pjanic, satu pemain lagi yang sedang mengalami masalah adalah Chiellini. Giorgio Chiellini dipastikan tidak akan membela Juventus pada laga nanti dikarenakan sedang mengalami masalah pada perutnya.

Saat ini Bianconeri menempati posisi runner up di Grup D dengan koleksi delapan poin, unggul 1 poin dari Sporting Lisbon di posisi ke tiga. Juve memang diwajibkan menang di laga melawan Olympiakos nanti untuk bisa lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Napoli Tumbang Di Kandang, Juventus Raih Kemenangan

Napoli Tumbang Di Kandang, Juventus Raih Kemenangan

Napoli Tumbang Di Kandang, Juventus Menang Berkat Gol Dari Gonzalo Higuain

Bandar Judi Bola – Napoli tumbang di kandang sendiri, Juventus menang berkat gol yang dicetak Gonzalo Higuain. Bermain di Stadion San Paolo, Bianconeri sukses meraih kemenangan atas tuan rumah Napoli.

Melakoni laga di pekan ke 14 Serie A, Napoli akhirnya harus menerima kekalahan mereka yang pertama musim ini. Walaupun menelan kekalahan, posisi Partenopei sebagai pemuncak klasemen belum tergoyahkan.

Sejak awal memulai pertandingan, Napoli sudah mendominasi permainan. Bahkan ESPN mencatat penguasaan bola Napoli mencapai 67 persen, dengan 21 tembakan percobaan dan 6 kali yang mengarah tepat ke gawang Gigi.

Juve yang memiliki rekor buruk di San Paolo, lebih memilih untuk melakukan serangan balik cepat saat mendapat kesempatan. Kesabaran mereka pun menghasilkan gol yang menjadi penentu kemenangan  di laga panas tersebut.

Melalui Gonzalo Higuain di menit ke 13, Juve berhasil memimpin kedudukan sementara. Lewat serangan balik cepat, Douglas Costa berhasil memecah konsentrasi lini pertahanan lawan.

Kerjasama apik Costa dengan Dybala membuat pergerakan Higuain luput dari perhatian barisan belakang. Higuain yang memanfaatkan operan silang dari Dybala langsung melepaskan tembakan dari sisi kanan gawang. Reina yang terlambat menutup ruang tembak pun gagal menepis bola.

Tertinggal satu angka, Napoli mencoba mengejar. Sialnya tembakan dari Marek Hamsik, Dries Mertens, dan peluang emas Chielini masih bisa digagalkan Buffon. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan Bianconeri.

Baca juga : Javier Mascherano Siap Mengakhiri Karirnya Dalam Waktu Dekat

Mengawali babak kedua, Partenopei terus mencoba menembus pertahanan Juve yang rapat. Di menit ke 54 dan 58, dua peluang Mertens kembali digagalkan oleh penampilan Buffon yang cemerlang sepanjang pertandingan.

Pasukan Allegri berpeluang menambah angka lagi lewat tendangan voli dari Blaise Matuidi. Sayang peluang tersebut berhasil digagalkan Reina yang sudah mengantisipasi arah datangnya bola.

Hingga peluit panjang berbunyi, Partenopei gagal menyamakan kedudukan. Gonzalo Higuain yang sempat diragukan untuk turun main, menjadi pahlawan bagi kemenangan berharga Bianconeri.

Paulo Dybala Tak Ingin Janjikan Apapun Di Juventus

Paulo Dybala Tak Ingin Janjikan Apapun Di Juventus

Paulo Dybala Tak Ingin Janjikan Apapun Tentang Masa Depannya Di Juventus

Bandar Judi Bola – Paulo Dybala mengatakan tak ingin menjanjikan apapun mengenai masa depannya di Juventus. Hal itu disampaikan Dybala terkait dengan berita kepindahan nya ke berbagai klub besar eropa belakangan ini.

Sebelumnya sempat diberitakan jika Dybala akan dilepas jika memang sudah tidak betah lagi bermain bersama Si Nyonya Tua. Ditambah lagi saat itu Barcelona sedang menggoda Dybala untuk menandatangani kontrak sebagai pengganti Neymar disana.

Selain Barca, masih ada Real Madrid, Chelsea dan tak ketinggalan juga Arsenal yang menginginkan jasa pemain asal Argentina tersebut. Namun sebagai klub pemilik Dybala, Juventus pun bergerak cepat dengan menyodorkan kontrak baru bagi Dybala.

Manajemen Juventus menawari perpanjangan kontrak hingga tahun 2022 ditambah dengan nomor punggung baru untuk dipakai di musim ini. Memulai musim ini, Dybala sudah mulai menggunakan nomor punggung keramat milik Juve, yakni nomor 10.

Performa Dybala di awal musim ini bisa dikatakan sedang menanjak. Dari 12 pertandingan di semua kompetisi yang diikuti, Dybala sukses mencetak 12 gol dengan 6 gol diantaranya dicetak melalui dobel hat-trick.

Lihat juga : Antoine Griezmann Memutuskan Untuk Bertahan Di Los Colchoneros

Sayangnya di pertengahan musim, performa Dybala menurun. Striker berusia 24 tahun tersebut sampai saat ini baru berhasil mencetak satu gol dari tujuh pertandingan terakhir di Serie A. Gol terakhirnya terjadi saat Juve kontra SPAL.

Belakangan kembali berhembus kabar bahwa Dybala ingin hengkang dari tim hitam putih. Padahal sebelumnya banyak yang mengharapkan dirinya akan bermain lama di Juve, dan menjadi penerus dari Gianluigi Buffon yang akan segera pensiun.

Selain Buffon, masih ada Giorgio Chiellini, Claudio Marchisio, dan Andrea Barzagli yang masa bermain nya pun memasuki masa akhir dari karir sepakbola mereka.

Dybala menyatakan dirinya merasa terhormat dan tersanjung bisa bermain bersama Bianconeri. Namun mantan pemain Palermo tersebut tidak ingin mengumbar janji yang nantinya tak bisa ia tepati. Hanya saja ia menyiratkan tidak akan meninggalkan Juventus dalam waktu dekat.

 

Buffon Pensiun, Tiga Pemain Ini Juga Memutuskan Pensiun Dari Timnas Italia

Buffon Pensiun, Tiga Pemain Ini Juga Memutuskan Pensiun Dari Timnas Italia

Setelah Buffon, Ada 3 Orang Lagi Yang Memutuskan Pensiun Dari Timnas Italia

Bandar Judi Bola – Selain Gianluigi Buffon, masih ada tiga punggawa timnas Italia yang memutuskan untuk pensiun juga. Mereka adalah Andrea Barzagli, Daniele De Rossi, dan Giorgio Chiellini.

Kekalahan Italia atas Swedia kemarin menjadi salah satu faktor ketiga pemain tersebut memutuskan untuk pensiun. Seperti diketahui, timnas Italia dikalahkan Swedia dengan skor agregat 1-0 dari dua leg yang sudah dijalani.

Bermain di San Siro, sejak awal pertandingan dimulai, Gli Azzurri sudah menekan tamunya Swedia. Meski sudah tampil dan berusaha bermain mati-matian, Italia gagal mencetak gol dan meraih kemenangan.

Kegagalan Italia untuk lolos ke Piala Dunia 2018 merupakan yang kedua kalinya sejak tahun 1958. Di tahun 1958, Italia harus mengubur mimpinya untuk main di Piala Dunia setelah dikalahkan Irlandia Utara.

Menurut Barzagli, era pemain veteran seperti dirinya sudah memasuki akhir. Ini saatnya para pemain muda untuk mengembangkan sayap dan memulai era kesuksesan bagi Italia.

Selain Barzagli, Daniele De Rossi juga memutuskan untuk gantung sepatu dari timnas tahun ini. Bagi De Rossi, kekalahan Italia dari Swedia merupakan penutup karir yang sangat menyedihkan. Bahkan suasana di ruang ganti timnas seperti berada di ruang pemakaman, mseki tidak ada yang meninggal.

Serupa dengan kedua rekannya yang lain, Giorgio Chiellini juga memutuskan pensiun setelah kekalahan kemarin. Bagi Chiellini, keputusannya untuk pensiun merupakan kesempatan yang bagus untuk para pemain muda mempersiapkan diri di Piala Eropa 2020 nanti.

Total ada 4 orang yang memutuskan untuk pensiun dari timnas Italia. Ke empatnya adalah Gianluigi Buffon, yang memang sudah memberikan pernyataan bahwa setelah Piala Dunia 2018 akan pensiun. Ditambah para pemain veteran Andrea Barzagli, Daniele De Rossi, dan Giorgio Chiellini.

Baca juga : Alana Martina, Anak Ke Empat Ronaldo Yang Baru Saja Lahir

Italia Gagal Melaju, Buffon Tutup Karir Dengan Kesedihan

Italia Gagal Melaju, Buffon Tutup Karir Dengan Kesedihan

Italia Gagal Melaju Ke Babak Play-Off Piala Dunia 2018

Bandar Judi Bola – Italia gagal melaju ke babak play-off Piala Dunia 2018 setelah hanya bisa bermain imbang melawan Swedia pada Selasa dini hari tadi. Gli Azzurri harus tersingkir setelah kalah agregat gol dari Swedia.

Sepanjang pertandingan, Italia yang tak ingin mengulang kesalahan di tahun 1958, langsung bermain menyerang. Beberapa peluang berhasil diciptakan, sayangnya tak ada yang bisa berbuah menjadi gol. Bahkan pengamat menilai permainan Immobile dkk. cenderung monoton.

Banyak yang menyayangkan keputusan Ventura di atas lapangan. Kebanyakan dari keputusan yang diambil tidak sesuai dengan fakta yang ada dilapangan. Para punggawa menilai seharusnya Ventura memainkan taktik menyerang dan bukan bertahan.

Bahkan dalam pertandingan semalam, sempat terdengar keributan dari salah satu pemain terhadap ofisial timnas Italia. Disebutkan bahwa Daniele De Rossi menolak untuk turun ke lapangan dan melakukan pemanasan.

Menurut De Rossi, saat itu yang seharusnya dipanggil untuk bermain adalah Lorenzo Insigne. De Rossi menilai, menurunkan Insigne akan jauh lebih berguna karena Insigne adalah seorang penyerang, dan timnya butuh kemenangan untuk lolos ke babak selanjutnya.

Pelatih Giampiero Ventura sendiri diberitakan menolak mundur dari posisinya sebagai pelatih timnas Italia. Ventura hanya menyampaikan permintaan maafnya kepada publik tuan rumah karena gagal membawa Italia lolos ke babak selanjutnya.

Pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 0-0 itu, membawa Swedia yang sudah unggul di leg pertama lolos ke fase selanjutnya. Namun bertolak belakang bagi tuan rumah yang merasakan duka dan kesedihan.

Laga semalam sekaligus menjadi laga penutup bagi karir Buffon yang memutuskan pensiun dari timnas. Buffon sudah mengoleksi 175 caps sejak pertama kali bermain untuk timnas di tahun 1997.

Sejumlah punggawa timnas Italia terlihat terduduk lesu dan menangis di akhir pertandingan. Termasuk Buffon, sang kiper legendaris Italia. Dukungan dan doa pun terus mengalir untuk timnas Italia. Terutama untuk Buffon yang menutup karir timnasnya dengan kesedihan.

Baca juga : Spanyol Raih Kemenangan Atas Kosta Rika

Timnas Italia Pulang Dengan Kekalahan Atas Swedia

 Timnas Italia Pulang Dengan Kekalahan Atas Swedia

Timnas Italia Dikalahkan Swedia Di Leg Pada Leg Pertama

Bandar Judi Bola – Timnas Italia dikalahkan oleh Swedia pada leg pertama babak play-off Piala Dunia 2018. Kekalahan ini sekaligus mempersempit kesempatan Italia untuk bisa melaju ke babak selanjutnya.

Pertandingan yang digelar di Firends Arena, Stockholm pada dini hari  tadi menyajikan permainan yang cukup panas. Hanya satu gol yang tercipta selama permainan berlangsung, dan gol tersebut dicetak oleh pemain Swedia.

Kemenangan Swedia ini menjadi modal utama untuk bisa merebut tiket ke babak selanjutnya, sedang bagi Italia kekalahan ini menjadikan mereka harus bekerja lebih keras lagi saat menjamu Swedia di kandang mereka.

Selama pertandingan berjalan, Italia banyak membuang peluang. Peluang emas pertama Italia adalah saat Belotti menerima umpan silang Matteo Darmian yang gagal diselesaikan dengan baik sehingga membuat bola melenceng keluar lapangan.

Swedia yang berusaha menekan Italia berhasil mendapat peluang setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Italia. Sayangnya tendangan Marcus Berg masih bisa digagalkan oleh Gianluigi Bufon. Hingga akhir babak utama usai, tak ada lgi gol yang tercipta.

Memasuki babak kedua, akhirnya Swedia berhasil memecah kebuntuan.  Adalah Jakob Johansson yang menjadi penyelamat Swedia setelah masuk sebagai pemain pengganti. Di menit ke 61, tendangannya ke arah gawang Buffon berubah arah setelah mengenai kaki dari Daniele De Rossi.

Baca juga : Lionel Messi Catat Statistik Menonjol Bagi Barcelona Di Awal Musim

Italia mendapat peluang menyamakan skor di menit ke 71, sayangnya tendangan Matteo Darmian lagi-lagi melebar dan hanya mengenai tiang gawang. Hingga tanda peluit panjang usai, Italia tetap tidak berhasil menyamakan kedudukan.

Skor 1-0 bertahan untuk kemenangan Swedia di leg pertama. Italia diwajibkan menang di San Siro pada laga leg ke dua dengan skor minimal 2-0 untuk bisa melaju ke babak selanjutnya.

Pelatih timnas Italia, Giampiero Ventura menyayangkan permainan anak asuhnya yang terlalu banyak membuang peluang. Menurut Ventura, seharusnya di pertandingan semalam Italia bisa unggul lebih dulu.

Gianluigi Buffon Sabet Penghargaan Kiper Terbaik 2017

Gianluigi Buffon Sabet Penghargaan Kiper Terbaik 2017

Gianluigi Buffon Meraih Penghargaan Kiper Terbaik Versi FIFA 2017

Bandar Judi Bola – Gelaran The Best FIFA Football Awards 2017 baru saja selesai dihelat. Gianluigi Buffon menjadi salah satu orang yang membawa pulang piala dari ajang penghargaan tersebut.

The Best FIFA Awards sebelumnya bekerja sama dengan Ballon d’Or untuk memberikan apresiasi bagi para pesepakbola dunia. Kerja sama tersebut dimulai tahun 2010, namun sayang tidak berjalan lama. Di tahun 2015 kerja sama tersebut berakhir.

Tahun ini, pertama kalinya panitia penyelenggara memasukkan kategori Kiper Terbaik. Setelah di tahun pertama penyelenggaraan nya di 2016 lalu panitia tidak mengikutsertakan kategori ini.

Selain kategori baru, panitia penyelenggara juga menggunakan sistem polling yang baru. Jika di tahun sebelumnya perhitungan didasarkan pada suara yang diberikan oleh para kapten tim nasional, pelatih tim nasional, jurnalis – jurnalis terpilih, tahun ini FIFA membuka polling online kepada para fans sepakbola dunia.

Berbeda dengan yang sekarang, perhitungan saat masih bekerja sama dengan Ballon d’Or tergolong lebih sedikit. Dahulu penentuan gelar juara diberikan berdasarkan perhitungan yang dibuat oleh para jurnalis Eropa saja.

Simak juga : Dejan Lovren Menjadi Biang Keladi Kekalahan Liverpool

Di usia nya yang tidak lagi muda, Buffon berhasil meraih penghargaan tertinggi bagi kiper sedunia. Buffon berhasil menyisihkan nama – nama top seperti Peter Schmeichel, Rene Higuita sampai Mark Schwarzer.

Buffon meraih total suara 42% mengungguli dua saingan lain nya yang cukup terkenal. Manuel Neuer memperoleh 32% suara sedang Keylor Navas hanya meraih 10% suara.

Melalui situs resmi nya, FIFA juga menyebutkan bahwa Buffon sangat layak menerima penghargaan ini. Mengingat dedikasi dan profesionalisme Buffon selama berkarir di dunia sepakbola internasional.

Buffon membantu klubnya Juventus untuk memenangkan scudetto sebanyak enam kali berturut-turut di Serie A. Sedang di Liga Champions, Buffon juga mencetak sejarah baru.

Buffon berhasil melewati 600 menit pertandingan bersama klub nya tanpa kebobolan. Jika ditotal, itu sama dengan 25 kali clean sheet dalam 50 pertandingan terakhirnya bersama Juventus sepanjang musim ini.