Kemungkinan Lacazette Hijrah Karena Kedatangan Aubameyang Ke Arsenal

Kemungkinan Lacazette Hijrah Karena Kedatangan Aubameyang Ke Arsenal

Kemungkinan Alexandre Lacazette Dicadangkan Ataupun Hijrah Karena Kedatangan Aubameyang Ke Arsenal

Bandar Judi Bola – Ada kemungkinan Alexandre Lacazette untuk menjadi penghuni bangku cadangan atau malah hengkang di sisa musim ini. Kabar tersebut berhembus setelah Arsenal mendatangkan Pierre-Emerick Aubameyang yang memiliki karakter permainan sama dengan Lacazette.

Seperti yang sudah diketahui, Aubameyang merupakan rekrutan terbaru The Gunners di bursa transfer musim dingin lalu. Selain pemain berkebangsaan Gabon itu, ada juga Henrikh Mkhitaryan yang juga didatangkan setelah manajemen menukarnya dengan Alexis Sanchez.

Bisa dikatakan pda bursa transfer lalu, Arsenal mendatangkan beberapa pemain bertipe menyerang untuk mengisi lini depannya. Hal tersebut dilakukan, mengingat sekarang hanya tersisa Oezil dan Lacazette saja yang bermain di depan.

Ditambah lagi performa kedua nya yang masih angin-anginan, menjadi alasan kuat bagi klub mendatangkan pemain baru. Contohnya Alexandre Lacazette, yang performanya di musim ini patut dipertanyakan.

Lihat juga : Mesut Oezil Akhirnya Putuskan Menetap Di Arsenal

Sejauh ini Alexandre sudah menyumbangkan 9 gol untuk Arsenal. Raihan itu menjadikannya top skorer sementara di tim. Tapi angka itu masih tertinggal jauh dari yang dikumpulkan oleh Harry Kane dari Hotspurs. Saat ini Kane menjadi pencetak gol terbanyak di Premier League dengan koleksi 21 gol.

Selain Kane, masih ada nama lain seperti Mohammed Salah (19 gol), Sergio Aguero (17 gol). Dan ada juga Romelu Lukaku juga Alvaro Morata yang sama-sama mencetak 11 gol. Tentu saja yang diraih oleh pemain asal Prancis tersebut jauh dari harapan.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, berharap kedatangan dua pemain barunya akan bisa membantu untuk menajamkan kembali lini serang The Gunners. Ditambah lagi kerja sama mereka dengan Oezil, tentu saja diharapkan menjadi sesuatu yang baik.

Wenger bahkan menilai Lacazette dan Aubameyang tentu harus saling menunjukkan siapa yang lebih layak. Pelatih asal Prancis itu mengharapkan adanya persaingan sehat diantara keduanya.

Namun hal berbeda disampaikan oleh Jamie Carragher. Mantan punggawa Liverpool itu menilai jika kedatangan Aubameyang akan membahayakan karir Alexandre. Menurut Carragher, keduanya memiliki tipe permainan yang sama, yakni sama-sama melakukan penyelesaian di dalam kotak penalti.

Tentu saja dengan kesamaan seperti itu, keduanya tidak akan mungkin dimainkan secara bersamaan. Selain itu, Arsenal merupakan salah satu tim Premier League yang terkenal dengan gaya bermain menggunakan satu striker.

Di akhir wawancaranya, Jamie menilai tidak menutup kemungkinan jika di akhir musim nanti Alexandre akan meminta untuk dijual ke klub lain.

Sanchez Dikabarkan Makin Rapat Dengan Manchester United

Sanchez Dikabarkan Makin Rapat Dengan Manchester United

Sanchez Dikabarkan Makin Rapat Dengan Manchester United Dan Akan Segera Tanda Tangan Kontrak

Bandar Judi Bola – Sanchez dikabarkan semakin rapat menuju ke Manchester United. Kabar yang berhembus menyebutkan jika pemain 29 tahun itu akan segera menandatangani kontrak dalam waktu dekat.

Perdebatan mengenai kabar Alexis yang segera hengkang dari Emirates Stadium semakin sering dibicarakan. Kabar tersebut semakin kuat terlihat saat Arsenal bertamu ke markas Bournemouth pada hari Minggu lalu.

Sang manajer, Arsene Wenger, tidak memasukkan nama Sanchez ke dalam daftar susunan pemain yang akan dibawa bertanding. Wenger beralasan jika dirinya tidak ingin menurunkan pemain yang pemikirannya sedang tidak fokus.

Kontrak pemain asal Chile tersebut akan segera habis pada bulan Juni 2018 nanti. Hingga sekarang, belum ada tanda-tanda Sanchez akan memperpanjang kontraknya dengan The Gunners. Isu yang beredar menyebutkan jika manajemen menolak permintaan kenaikan gaji.

Menurut pelatih asal Prancis tersebut, keputusan mengenai masa depan pemainnya akan terjawab dalam waktu 48 jam ke depan. Status Sanchez saat ini adalah menunggu, apakah akan menetap atau hengkang.

Lihat juga : Dikalahkan Bournemouth, The Gunners Pulang Dengan Kekecewaan

Berbeda dengan pernyataan Arsene Wenger, Romelu Lukaku belum lama ini mengunggah status di salah satu media sosialnya yang menyiratkan keputusan Alexis. Lukaku memposting sebuah bendera negara Chile dan sebuah emoji bergambar setan warna merah.

Meski tak lama setelah diunggah status tersebut langsung dihapus, namun sudah banyak pengikut Lukaku yang melihatnya. Dan hal tersebut semakin memperkuat kabar kepindahannya ke Old Trafford.

Media lokal bahkan menyebut alasan Alexis memilih Old Trafford adalah karena besaran gaji yang ditawarkan padanya. MU dikabarkan menawarkan gaji senilai 350ribu poundsterling per pekan pada pemain berposisi penyerang tersebut.

Komentar lain mengenai rumor kepindahan Sanchez ke MU juga diutarakan oleh Jamie Carragher. Jamie menilai jika United berhasil merekrut Sanchez, maka itu akan jadi keuntungan besar bagi Setan Merah.

Menurut Carragher, sebenarnya City jauh lebih menjanjikan daripada United. Laju Manchester biru yang sedang bagus-bagusnya akan membawa Sanchez meraih banyak gelar sekaligus. Apalagi sebelumnya di Barcelona, Alexis dan Pep Guardiola pernah bekerja bersama sebagai tim.

Akankah El Nino Maravilla memilih uang dengan bergabung bersama Setan Merah? Ataukah memilih gelar dan menandatangani kontrak dengan Manchester biru?

Belajar Dari Kesalahan, Liverpool Kembali Ke Jalur Kemenangan

Belajar Dari Kesalahan, Liverpool Kembali Ke Jalur Kemenangan

Belajar Dari Kesalahan, Liverpool Akhirnya Bisa Bangkit Kembali Ke Jalur Kemenangan

Bandar Judi Bola – Belajar dari kesalahan, tim besutan Jeurgen Klopp akhirnya bisa bangkit kembali. Perjalanan Liverpool di awal musim ini terbilang kurang lancar, terakhir mereka bahkan dibantai oleh Tottenham Hotspur.

Saat itu Liverpool yang bertandang ke Wembley Stadium pada akhir Oktober harus menelan kekalahaan 1-4 dari tuan rumah. Di laga tersebut, lini belakang The Reds memang tampil sangat buruk.

Seusai laga, Klopp diberitakan memaksa tim nya untuk menonton kembali tayangan ulang dari pertandingan tersebut di ruang ganti pemain. Salah satu pemain, Giorginio Wijnaldum memberitahukan apa yang terjadi di ruang ganti saat itu.

Wijnaldum mengatakan sangatlah menyakitkan dipaksa menyaksikan kembali kesalahan yang dibuat saat pertandingan. Tapi justru dari sana Wijnaldum dan rekan-rekannya jadi tahu apa yang salah pada barisan pertahanan mereka.

Sejak belajar dari video kekalahan tersebut, Liverpool belum pernah lagi menelan kekalahan. Sembilan laga sudah dimenangkan oleh Philippe Coutinho dkk. di segala ajang kompetisi. Terakhir mereka bahkan pesta gol ke gawang Spartak moskow.

The Reds sukses mengalahkan Spartak Moskow melalui pesta 7 gol tanpa balas. Hasil tersebut juga membawa mereka lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai juara grup.

Di pertandingan selanjutnya, Liverpool akan bertemu dengan rival sekotanya Everton dalam ajang Derby Merseyside. The Reds memiliki catatan bagus mengenai derby yang satu ini. Dalam jangka waktu 18 tahun, Everton belum pernah sekalipun menang.

The Toffees terakhir kali meraih kemenangan atas Liverpool pada September tahun 1999 yang lalu. Saat itu mereka berhasil menang dengan skor 1-0.

Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, yakin bahwa Klopp akan membawa timnya meneruskan catatan sejarah tak terkalahkan milik Liverpool. Hanya saja menurut Carragher, tetap ada rasa khawatir mengenai derby nanti.

Apalagi kedatangan Sam Allardyce ke Everton membantu meningkatkan kepercayaan diri para pemain dan fans The Toffees.

Baca juga : Derby Manchester Akhir Pekan Ini, Kartu Merah Pogba, Dan Parkir Bus

Mohamed Salah, Mesin Gol Liverpool Di Posisi Sayap

Mohamed Salah, Mesin Gol Liverpool Di Posisi Sayap

Mohamed Salah, Mesin Gol Liverpool Yang Berposisi Sebagai Pemain Sayap

Bandar Judi Bola – Mohamed Salah bisa dibilang menjadi mesin gol bagi Liverpool saat ini. Pemain yang berposisi sebagai pemain sayap ini merupakan salah satu pemain tersubur di Premier League.

Salah sudah berhasil mencetak 9 gol di liga domestik yang menjadikannya sebagai top skorer sementara. Dan juga empat gol lagi di kompetisi lainnya. Total sudah ada 13 gol yang berhasil dilesakkan Salah di berbagai ajang.

Sebelum Salah datang, Liverpool memiliki beberapa pemain yang bisa disebut sebagai mesin gol. Di musim 2014/2015, The Reds memiliki Steven Gerrard dengan koleksi 13 gol. Lalu ada juga Daniel Sturridge.

Namun perolehan Sturridge dinilai masih termasuk rendah untuk pemain berposisi penyerang tengah seperti dirinya. Di musim lalu, predikat mesin gol Liverpool menjadi milik Philippe Coutinho dengan torehan 14 angka.

Jauh sebelum ada Mohamed Salah dan Philippe Coutinho, The Reds memiliki Luis Suarez. Selama 3 musim berseragam The Reds, Suarez berhasil membukukan 78 gol atau dua puluh enam gol per musimnya.

Musim 2013/2014 merupakan musim tersubur bagi pemain asal Uruguay tersebut. Di musim tersebut, Suarez mencatatkan 31 gol atas namanya di sepanjang musim tersebut. Sedang saingannya di sesama klub,yakni Sturridge baru mengumpulkan 24 gol.

Lihat juga : MU Belum Lolos Ke Babak 16 Besar Liga Champions

Suarez hijrah ke klub Barcelona saat karirnya bersama The Reds Liverpool sedang berada di puncaknya. Kehilangan Suarez, membuat harapan pencetak gol berlanjut ke Sturridge.

Sayangnya performa Sturridge yang naik turun dan kondisinya yang mudah dihinggapi cedera membuat penampilannya tidak bisa diharapkan. Liverpool bahkan sempat kehilangan mesin golnya selama 3 musim.

Mengawali musim ini, manajemen Liverpool memboyong Salah dari AS Roma. Ternyata pembelian Salah tersebut tidak salah. Pemain asal Mesir tersebut terbukti menjadi mesin gol bagi The Reds musim ini.

Menurut mantan punggawa Liverpool, Jamie Carragher, aliran gol Salah masih akan terus mengalir sampai akhir musim, bahkan mungkin mencapai angka 25.

Jamie Carragher: Jurgen Klopp mengangkat Liverpool ke Manchester United titik

Read More
Jamie Carragher

Jamie Carragher berpikir Jurgen Klopp adalah kunci untuk mengangkat Liverpool dalam membangun-up untuk pertandingan Minggu dengan Manchester United, membantu mereka untuk bermain imbang 1-1 dengan tim asuhan Jose Mourinho.

 

Agen Casino 1S Casino Liverpool terganggu oleh cedera dan masalah seleksi di jangka sampai bentrokan di Old Trafford, sementara juga mereka dimasukkan ke dalam kinerja yang buruk ketika dikalahkan oleh Southampton di leg pertama Piala EFL semifinal di tengah pekan.

Sebaliknya, United mengendarai puncak dari pos gelombang ke pertandingan setelah lari dari enam Kemenangan lurus di liga.

Namun, Klopp penuh positif menjelang pertandingan hari Minggu dan Carragher berpikir bahwa sangat penting dalam membantu Liverpool untuk bagian dari rampasan.

“Saya merasa salah satu kekuatan terbesar Jurgen Klopp adalah mengangkat orang dan pergi ke dalam permainan ini ada keraguan dengan pendukung Liverpool,”

“Jangka Manchester United berada di, melihat performa Liverpool di Southampton, luka yang mereka punya dan kemudian Anda melihat tim-lembar dengan anak muda bermain di full-back tapi cara Klopp ditangani pers dengan mengatakan dia tidak bisa menunggu untuk permainan dan dia melihat ke depan untuk itu sangat baik.

“Setiap Liverpudlian lainnya berpikir itu akan menjadi sulit, dan bahwa mereka akan mengambil imbang sebelum pertandingan.

“Dari sudut pandang Liverpool pandang, dan tim mana pun benar-benar, ketika Anda menang dengan enam menit untuk pergi itu tidak merasa seperti dua poin turun tapi di pagi hari Anda dapat melihat hal itu dan mengatakan itu satu titik diperoleh dan Anda kembali ke sana dekat dengan Chelsea. ”
Liverpool mengambil menit 27 mengarah berkat penalti James Milner setelah Paul Pogba ditangani bola di area penalti.

Tapi Inggris membalas enam menit dari waktu melalui Zlatan Ibrahimovic untuk mengambil titik, dan tidak terjawab Liverpool Carragher berpikir Sadio Mané, yang bertugas internasional dengan Senegal di Piala Afrika, pada tahap penutupan.

“Ini pertandingan lain yang Anda melihat dan berpikir apa yang mungkin terjadi jika Liverpool akan memiliki Mane,” kata mantan bek Liverpool.

Divock Origi memberi bola jauh yang banyak dia harus datang off dan dia satu-satunya dengan kecepatan sehingga ada tiga depan yang tidak benar-benar menembus di belakang.

“Jika Mane telah bermain saya pikir dia akan membuat perbedaan besar.”