Quattrick Aguero Bawa City Semakin Kokoh Di Puncak

Quattrick Aguero Bawa City Semakin Kokoh Di Puncak

Quattrick Dari Aguero Bawa City Semakin Kokoh Di Puncak Klasemen Setelah Raih Poin Penuh

Bandar Judi Bola – Quattrick yang dicetak Sergio Aguero di laga melawan Leicester City membuat posisi The Citizen semakin kokoh di puncak klasemen. Dengan skor akhir 5-1, City sukses raih poin penuh saat menutup pertandingan di kandangnya.

Menggelar laga di Etihad Stadium pada Minggu (11/02/2018) dini hari, City sukses pecundangi tamunya dengan perbedaan skor yang cukup jauh. Nama Raheem Sterling dan Sergio Aguero menjadi penyumbang gol dari pihak City. Sedang satu-satunya gol balasan The Foxes dicetak oleh Jamie Vardy.

Tak perlu waktu lama bagi tuan rumah untuk membuka keunggulan di laga ini. Saat laga baru berjalan dua menit, Raheem Sterling cetak gol pembuka kemenangan. Bermula dari kerja sama Bernardo Silva dengan De Bruyne di sisi kiri lapangan, bola diteruskan lewat umpan silang ke depan gawang The Foxes.

Sterling menyambar bola dengan cepat dan melesakkan nya dengan mulus ke gawang Kasper. Gol cepat Sterling bawa City memimpin laga 1-0.

Unggul cepat satu angka membuat tuan rumah melupakan barisan pertahanan. Kesalahan City berbuah gol untuk Leicester di menit 24. Adalah Jamie Vardy, yang memanfaatkan kelengahan tuan rumah dengan merebut bola secara cepat.

Lihat juga : Pep Guardiola Gagal Datangkan Riyad Mahrez Musim Ini

Lewat aksi solorun, Vardy mengecoh Oleksander Zinchenko dan Ilkay Guendogan sebelum bertemu dengan Aymeric Laporte. Vardy juga sukses melewati bek anyar City itu, sebelum akhirnya melepaskan tembakan ke gawang Ederson. Gol Vardy bawa kedudukan imbang 1-1 untuk sementara.

Tuan rumah terus menekan pertahanan The Foxes. Tercatat dua peluang dari Bernardo Silva di menit 28, dan Raheem Sterling di menit 42 yang dilancarkan tuan rumah untuk menambah keunggulan. Tapi belum ada yang berubah menjadi gol hingga waktu turun minum tiba.

Di babak kedua, City memulai pesta gol nya melalui striker bintangnya, Sergio Aguero. Tiga menit usai babak kedua dimulai, Aguero memulai rangkaian pesta gol nya setelah menerima umpan dari kerja sama Sterling dengan De Bruyne. Sepakan kerasnya merobek jala Schmeichel. Skor 2-1 untuk City.

Lima menit berselang, City kembali mendapat tambahan angka. Kevin de Bruyne berhasil merebut bola setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang The Foxes, yang lalu diteruskan pada Aguero di depan. Striker Argentina itu mencetak gol keduanya, dan membawa timnya unggul 3-1.

Unggul dua angka membuat City semakin panas. Terbukti di menit 77, tuan rumah kembali menambah perolehan angkanya. Hat-trick Aguero kali ini terjadi setelah memanfaatkan kesalahan kiper tim tamu. Sundulan kepalanya menggetarkan jala Leicester yang membawa skor menjadi 4-1.

Sergio Aguero melengkapi perolehan golnya menjadi quattrick di menit 90. Pemain 29 tahun itu melepaskan tembakan keras jarak jauh dari luar kotak penalti setelah menerima umpan dari Phil Foden.

Gol ke empat Aguero memastikan kemenangan tuan rumah dengan skor 5-1. Hasil ini mengukuhkan posisi The Citizen sebagai pemuncak klasemen, dengan koleksi 72 poin dari 27 laga yang sudah dilakoni. Berjarak 16 angka dari rival sekotanya, Manchester United yang menduduki peringkat kedua.

Gagal Pindah Ke City, Riyad Mahrez Mogok Latihan

Gagal Pindah Ke City, Riyad Mahrez Mogok Latihan

Gagal Pindah Ke Manchester City, Riyad Mahrez Ngambek Dan Lakukan Aksi Mogok Latihan

Bandar Judi Bola – Gagal pindah ke Manchester City pada bursa transfer musim dingin lalu, bintang Leicester City, Riyad Mahrez, ngambek. Hal tersebut ditunjukkan nya dengan cara melakukan aksi mogok latihan.

Bintang Leicester City, Riyad Mahrez, melakukan aksi mogok dengan cara mangkir dari sesi latihan. Ia juga tidak masuk dalam daftar nama pemain yang dirilis The Foxes di dua pertandingan terakhir mereka.

Hal tersebut dilakukan Mahrez sebagai aksi protes kepada klubnya yang tidak mengijinkan nya untuk pindah klub. Seperti yang diketahui, pemain asal Aljazair tersebut sudah mengajukan permintaan untuk dijual di bursa transfer kemarin.

Salah satu klub yang berminat untuk mendatangkan pemain 26 tahun itu adalah Manchester City. Pihak City bahkan sudah mengajukan tawaran secara resmi untuk mendapatkan tanda tangan Mahrez.

Lihat juga : Pep Guardiola Gagal Datangkan Riyad Mahrez Musim Ini

The Citizen diketahui menawarkan uang sebesar 65 juta pound sterling plus satu pemain pada The Foxes. Namun klub pemilik Mahrez hanya bersedia melepas bintangnya dengan harga 95 juta pound sterling.

Menurut kabar yang beredar, saat memboyong Riyad dari Le Havre di tahun 2014, Leicester hanya mengeluarkan uang sebesar 450 ribu pound sterling. Penawaran dari City bernilai 150 kali dari modal yang dikeluarkan The Foxes. Namun karena tidak juga menemukan kecocokan harga, City memutuskan untuk mundur perlahan dari perburuan Mahrez.

Kabarnya kegagalan itulah yang membuat winger Aljazair tersebut melakukan aksi mogok. Mahrez diketahui bolos dari latihan selama tiga hari berturut-turut, dan tidak muncul di dua laga terakhir The Foxes. Akibat aksinya, sekarang ia terancam didenda 200 ribu pound sterling.

Pelatih Leicester, Claude Puel menilai, Mahrez akan kembali absen saat mereka bertandang ke Etihad Stadium di akhir pekan nanti. Puel berharap Riyad menggunakan waktu kosongnya ini untuk berpikir dengan jernih.

“Kami tentu berharap Mahrez bisa segera menjernihkan pikirannya dan kembali bermain bersama kami. Dia adalah seorang yang luar biasa dan sangat mencintai sepak bola. Sangat penting bagi kami jika dia bisa kembali bermain dan membela tim.” ungkap Puel saat diwawancara Sky Sports.

Sebenarnya Riyad Mahrez masih memiliki peluang untuk bergabung bersama The Citizen. Hal tersebut dapat dipastikan karena Pep Guardiola menyatakan niatnya untuk tetap memburu Mahrez di musim panas nanti.

Pep Guardiola Gagal Datangkan Riyad Mahrez Musim Ini

Pep Guardiola Gagal Datangkan Riyad Mahrez Musim Ini

Pep Guardiola Gagal Datangkan Riyad Mahrez Musim Ini Untuk Menambal Lini Serang The Citizen

Bandar Judi Bola – Pep Guardiola dikabarkan sedang tertarik untuk mendatangkan Riyad Mahrez dari Leicester City. Sayang, dengan tidak tercapainya kesepakatan antara kedua klub, kedatangannya ke Etihad Stadium di bursa trasnfer kali ini harus ditunda.

Penyerang Leicester City, Riyad Mahrez dikabarkan sedang diminati oleh pihak manajemen The Citizen. Pelatih Pep Guardiola juga menunjukkan ketertarikannya untuk merekrut pemain 26 tahun tersebut.

Apalagi saat ini City sedang mengalami krisis di pemain depan. Dengan cederanya Gabriel Jesus dan yang terbaru yakni Leroy Sane, otomatis City hanya memiliki 3 pemain yang berperan sebagai mesin gol. Hanya tersisa Sergio Aguero, Kevin de Bruyne, dan Raheem Sterling yang diandalkan di depan.

Sebelumnya Mahrez dikatakan akan hijrah ke City pada musim panas lalu. Mahrez bahkan disebutkan telah mengirim surat berisi permintaan supaya klub menjual dirinya dari The Foxes.

Baca juga : Aymeric Laporte Menjadi Rekrutan Terbaru The Citizen

Tapi, hingga bursa transfer ditutup, tidak ada kata sepakat dalam negosiasi harga mengenai kepindahannya.  The Foxes kabarnya memasang harga yang cukup tinggi untuk melepas pemainnya. Dari harga 90 juta pound sterling, City hanya bersedia menebus Mahrez senilai 60 juta pound pada penawaran pertamanya.

Setelah sempat mundur dari perburuan, City akhirnya kembali menawar Riyad. The Citizen bahkan menaikkan penawarannya menjadi 65 juta pound ditambah dengan satu pemain yang dilepas. Sialnya seiring dengan kenaikan penawarang yang diberikan City, The Foxes malah semakin menaikan harga jual Mahrez menjadi 95 juta pounds.

Merasa dipermainkan, Pep Guardiola dan klubnya menyatakan mundur dari perburuan Mahrez. Itu merupakan kali kedua mereka gagal, saat mendatangkan pemain bernama lengkap Riyad Karim mahrez itu. Setelah yang pertama di bursa musim panas tahun lalu.

Saat diwawancara oleh media Sky Sports, Guardiola mengatakan di musim panas mendatang mereka akan mencoba kembali untuk mendatangkan Mahrez. Meski tim nya mengalami krisis pemain penyerang, City akan mencoba bertahan dengan 3 striker untuk sisa musim ini.

Mahrez sendiri dikabarkan sudah tak lagi betah di Leicester. Ia ingin segera meninggalkan klubnya untuk bermain di tempat yang lebih besar seperti N’Golo Kante dan Danny Drinkwater yang sudah lebih dulu pindah.

Leicester Tahan Imbang Chelsea Di Stamford Bridge

Leicester Tahan Imbang Chelsea Di Stamford Bridge

Leicester Tahan Imbang Chelsea Di Kandangnya Sendiri Di Stamford Bridge Malam Tadi

Bandar Judi Bola – Leicester City sukses tahan imbang Chelsea di kandangnya sendiri. Bertanding di Stamford Bridge pada Sabtu malam tadi, Chelsea harus rela berbagi poin dengan tim tamu setelah pertandingan ditutup dengan skor akhir 0-0.

Chelsea harus rela dipermalukan di hadapan publik tuan rumah setelah gagal mengalahkan tamunya The Foxes. Leicester City yang berkunjung ke Stamford Bridge mampu tampil impresif sejak awal laga.

The Foxes bahkan beberapa kali mengancam gawang Courtois lewat peluang yang dihasilkan. Meski di babak kedua Leicester harus kehilangan salah satu pemainnya yang terkena kartu merah, namun mereka tetap tampil bagus.

Sejak laga dimulai, The Foxes sudah menekan pertahanan tuan rumah. Peluang membuka keunggulan bahkan datang tak lama setelah pertandingan dimulai. Melalui umpan silang Ben Chilwell di menit ke 9 yang diarahkan ke kotak penalti. Bola langsung disambar oleh Shinji Okazaki. Beruntung bagi Courtois, bola masih melambung ke atas.

Selang dua menit, peluang kembali tercipta untuk The Foxes. Kali ini lewat kerjasama Matty James dengan Jamie Vardy. Sayangnya sepakan Vardy masih melebar ke arah kiri gawang Chelsea.

Kesempatan Leicester yang berikutnya masih bisa digagalkan Courtois. Berawal dari sepakan pojok, umpan lambung Riyad Mahrez diarahkan kepada Wilfred Ndidi yang berdiri di dalam kotak penalti. Bola berhasil ditepis oleh Courtois setelah bersusah payah.

Serangan balik dari Chelsea baru datang di menit 17 lewat Eden Hazard. Sayang tembakan Hazard masih mengarah lurus ke Schmeichel. Setelah serangan dari Hazard, The Blues perlahan mulai bisa mengendalikan permainan.

Baca juga : Sakit Hati Wenger Terus Muncul Saat Mengingat Penalti Chelsea

Tuan rumah mengalami kesulitan saat harus menembus pertahanan Leicester. Bahkan hingga babak pertama dinyatakan berakhir, belum ada satupun gol yang berhasil dicetak oleh kedua tim. Skor kacamata masih bertahan.

Memulai babak kedua, Leicester kembali menekan tuan rumah seperti di babak pertama. Bahkan Jamie Vardy dkk tampil semakin agresif dan terus mengancam gawang The Blues.

Di menit ke 55, The Foxes nyaris mendapatkan penalti setelah Mahrez terjatuh saat melakukan kontak dengan Christensen. Namun wasit menyatakan pertandingan bisa dilanjutkan setelah sebelumnya melakukan pengecekan melalui rekaman video.

Leicester terpaksa harus bermain dengan sepuluh orang di menit ke 68. Ben Chilwell harus mengakhiri laga lebih cepat setelah wasit memberikan kartu kuning keduanya, setelah Ben melanggar Victor Moses.

Bermain dengan sepuluh orang, The Foxes langsung merapatkan barisan pertahanan. Dengan gaya permainan parkir bus, The Blues leluasa untuk melancarkan serangan pada pertahanan tim tamu.

Meski begitu, beberapa peluang yang didapat Chelsea pun belum bisa membuka keunggulan. Hingga wasit menutup laga, tak ada gol yang tersaji di 90 menit pertandingan berjalan.

Chelsea pun harus puas dengan tambahan satu poin, dan bertahan di posisi 3 klasemen dengan koleksi 47 poin.

Laga Boxing Day Tim-Tim Besar Untuk Kembali Ke Jalur Kemenangan

Laga Boxing Day Tim-Tim Besar Untuk Kembali Ke Jalur Kemenangan

Laga Boxing Day Yang Akan Dijalani Tim-Tim Besar Untuk Kembali Ke Jalur Kemenangan Dan Raih Tambahan Poin

Bandar Judi Bola – Laga Boxing Day akan dilakoni oleh sebagian dari tim-tim besar Liga Inggris. Momen ini akan dijadikan kesempatan oleh beberapa tim untuk kembali ke jalur kemenangan dan juga meraih tambahan poin.

Boxing Day sendiri merupakan acara yang dilaksanakan sehari setelah hari Natal. Acara tersebut bisa berupa diskon besar-besaran unutk belanja, tukar hadiah bersama keluarga besar dan khusus di Britania Raya, pertandingan sepakbola.

Laga Boxing Day tahun ini akan menampilkan tiga klub papan atas yang berjuang untuk meraih poin penuh. Mereka adalah Manchester United, Chelsea, dan Liverpool. Ketiga tim akan berusaha kembali ke jalur kemenangan setelah di pekan sebelumnya di tahan imbang oleh lawan masing-masing.

Salah satunya adalah hasil dramatis yang diraih MU saat bertamu ke King Power Stadium. Setan Merah harus rela berbagi poin dengan Leicester City setelah gol Maguire di masa injury time kedua menggagalkan kemenangan mereka.

Lihat juga : Nyaris Dapat Poin Penuh, Kemenangan Manchester United Digagalkan

Untuk Boxing Day pada Selasa (26/12/2017) nanti, tim besutan Jose Morinho akan bertanding melawan Burnley di Old Trafford. Bermain di kandang sendiri tentu akan menjadi motivasi bagi Ibrahimovic dkk. untuk meraih hasil positif.

Tak jauh berbeda, di kota London, The Blues Chelsea juga akan menjalani Boxing Day nya. Menerima lawatan Brighton & Hove Albion ke Stamford Bridge, Chelsea bersiap untuk menebus hasil imbang di pekan sebelumnya saat bertemu Everton.

Sedang satu tim lagi yang juga melakoni Boxing Day adalah The Reds Liverpool. Menjamu Swansea City di Rabu (27/12/2017) dini hari nanti, Liverpool pasti ingin meraih poin penuh untuk mengobati hasil akhir saat bertemu Arsenal. Kala itu Arsenal berbalik memimpin sebelum akhirnya Firmino mencetak gol penyama kedudukan.

Berbeda dengan 3 klub besar tadi, Manchester City mengincar kemenangan beruntunnya yang ke 18 pada hari Kamis (28/12/2017) saat bertandang ke kandang Newcastle United. Lalu ada juga Arsenal yang akan menghadapi Crystal Palace pada hari Jumat (29/12/2017) dini hari.

Nyaris Dapat Poin Penuh, Kemenangan Manchester United Digagalkan

Nyaris Dapat Poin Penuh, Kemenangan Manchester United Digagalkan

Nyaris Dapat Poin Penuh, Kemenangan Manchester United Digagalkan Lewat Gol Tambahan Leicester City

Bandar Judi Bola – Nyaris dapat poin penuh, kemenangan Manchester United atas tuan rumah berhasil digagalkan. Gol tambahan dari Harry Maguire memupus harapan Setan Merah untuk memotong selisih poin dengan rivalnya, Manchester City.

Laga yang digelar di King Power Stadium pada Minggu (24/12/2017) dini hari tadi berakhir imbang dengan skor 2-2. Meski sempat unggul dengan skor 1-2, Setan Merah akhirnya harus puas pulang dengan 1 poin saja setelah Leicester mencetak gol penyama kedudukan di menit akhir pertandingan.

Sejak awal dimulai, sudah terlihat jika laga berjalan imbang. MU bahkan hanya unggul sedikit dalam penguasaan bola. Tampil dengan kekuatan penuh, pasukan Jose Mourinho sudah menekan pertahanan tuan rumah sejak awal.

Dua peluang dari Anthony Martial dan Juan Mata di awal laga masih bisa digagalkan oleh pemain belakang The Foxes. Menit ke 9, tuan rumah balas menyerang lewat serangan dari Riyad Mahrez dan Demarai Gray. Sayangnya tendangan Demarai belum menghasilkan angka.

Pendukung tuan rumah akhirnya bisa bersorak gembira setelah Jamie Vardy mencetak gol pembuka di menit ke 27. Bermula dari serangan balik cepat yang dibangun oleh Mahrez, Vardy sukses memaksimalkan umpan tersebut menjadi gol.

Tertinggal satu angka, MU berupaya mengejar lewat tendangan jarak jauh Paul Pogba. Sialnya tendangan Pogba masih belum bisa membawa MU menyamakan kedudukan.

Memasuki akhir babak pertama, gol balasan dari Juan Mata berhasil membawa MU menyamakan kedudukan. Mata sukses merobek gawang Schmeichel dari depan kotak penalti, setelah sebelumnya menerima umpan mulus dari Jesse Lingard.

Sampai waktu pertandingan babak pertama usai, belum ada lagi gol tambahan yang tercipta.

Lihat juga : Pertemuan Juventus Dengan AS Roma Dimenangkan Tuan Rumah

Kembali dari istirahat turun minum, peluang pertama MU datang lewat Paul Pogba di menit ke 52. Sayang kerja sama nya dengan Juan Mata belum menghasilkan angka. Hal serupa juga dialami Martial yang gagal mengeksekusi umpan dari Lukaku. Sepakan nya masih jauh melayang diatas mistar The Foxes.

Di menit ke 60, Setan Merah akhirnya berhasil membalikkan keadaan. Lewat tendangan bebas langsung, Mata sukses membawa timnya unggul sementara atas tuan rumah.

Lingard yang mencoba menambah keunggulan MU, belum bisa menghasilkan angka setelah tendangan nya hanya membentur tiang. Marcus Rashford pun melewatkan peluang emas dari Pogba. Rashford gagal melepaskan tembakan setelah dihalau oleh Schmeichel.

Keunggulan MU atas tuan rumah hanya bertahan sampai menit akhir pertandingan. Maguire yang lolos dari penjagaan Smalling berhasil menyelesaikan umpan dari Marc Albrighton, dan memaksa De Gea untuk mengambil bola dari gawangnya. Laga pun ditutup dengan skor 2-2.

Spurs Ditumbangkan Leicester City Dini Hari Tadi

Spurs Ditumbangkan Leicester City Dini Hari Tadi

Spurs Yang Ditumbangkan Leicester City Dini Hari Tadi, Haruskah Lupakan Gelar Juara EPL?

Bandar Judi Bola – Spurs yang ditumbangkan Leicester City dini hari tadi, haruskah mulai melupakan gelar juara English Premier League? Pasalnya belakangan ini penampilan pasukan The Lily Whites sedang menurun.

Sebelumnya, Harry Kane dkk. sudah menelan 3 kali kekalahan di liga domestik. Kekalahan teranyar mereka adalah saat bertandang ke King Power’s Staduim dini hari tadi. Bertemu Leicester CIty, Tottenham kalah 2-1. Spurs tertinggal lebih dulu sampai babak kedua. Gol kemenangan Leicester sendiri dicetak oleh Jamie Vardy dan Riyad Mahrez.

Gol pembuka Jamie Vardy terjadi di menit ke 13. Melepaskan tendangan first-time yang cukup keras, Vardy sukses menyelesaikan umpan silang yang dilancarkan oleh Marc Albrighton dari sisi kiri.

Selang beberapa menit, Spurs berpeluang menyamakan skor. Tendangan Moussa Sissoko gagal diantisipasi oleh Kasper Schmeichel, namun Vicente Iborra yang berada di mulut gawang berhasil membuang jauh bola dari depan gawang.

Menutup babak pertama, pasukan Pochettino justru kembali kebobolan. Giliran Riyad Mahrez yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan jauh yang dilepaskan Wilfried Ndidi dari tengah lapangan, Mahrez sukses melepaskan tendangan pisangnya ke gawang Spurs.

Laga babak pertama pun ditutup dengan skor 2-0 bagi keunggulan The Foxes.

Lihat juga : Kemenangan MU Di Kandang Watford Dibayar Mahal

Mengawali babak kedua, The Foxes terus menekan pertahanan dari Spurs. Peluang emas pun tercipta di menit ke 54, saat Albrighton mengirimkan umpan silang ke arah Shinji Okazaki. Sialnya sundulan Okazaki masih melambung di atas mistar dari Hugo Lloris.

Pochettino memutuskan memasukkan Son Heung-Min dan Fernando Llorente untuk menambah kekuatan serang. Erik Lamela yang melakukan comeback di pertandingan ini juga masuk menggantikan Cristian Eriksen.

Masuknya Lamela langsung memberi dampak positif bagi tim. Berkat kerjasama apik antara Lamela dan Son, mereka sukses membantu Kane menjebol gawang Kasper melalui umpan terobos yang mereka ciptakan. Sampai akhir pertandingan, tak ada lagi gol yang tercipta dari kedua tim.

Liga Champion: Prediksi Atletico Madrid VS Leicester City

 atletico madrid vs leicester city, Liga Champion
atletico madrid vs leicester city, Liga Champion

Bandar Judi Bola MaxbetLeicester City akan menghadapi Atletico Madrid untuk leg pertama perempat final mereka bertujuan untuk tetap hidup petualangan dongeng terbaru mereka, yang telah melihat mereka menjadi yang pertama debutan Liga Champions untuk mencapai perempat final sejak 2013.

Berdiri di jalan mereka adalah sisi Atletico Madrid yang telah menjadi spesialis dalam kompetisi ini dalam beberapa tahun terakhir, mencapai dua dari tiga final terakhir dan mencari nilai yang baik dari terlambat untuk memperbaiki catatan yang lebih lanjut.

Atletico Madrid
Sebuah mahkota Copa del Rey dan gelar La Liga sudah di kantong selama enam tahun pertamanya di Vicente Calderon, legenda Atleti Diego Simeone kini memiliki matanya pada Piala Eropa pertama setelah dua kali jatuh satu langkah singkat.

Real Madrid telah terbukti menjadi musuh Atletico di lebih dari satu cara, menang adu penalti di Milan musim lalu dan keluar di atas di dramatis, akhir busana 24 bulan sebelum di Estadio da Luz di Benfica.

Namun jika bukti yang diperlukan dari seberapa jauh Simeone telah mengambil klub ini dalam waktu bertugas, satu stat khususnya menonjol. The Rojiblancos telah mencapai tahap kompetisi pameran UEFA empat kali berturut-turut.

bentuk liga ibukota klub mungkin telah tergagap sebelum istirahat pertengahan musim di Spanyol, kalah empat kali dalam ruang tujuh pertandingan untuk semua tapi mengakui biaya lain untuk judul, tapi hasil positif di benua itu selalu tetap konstan.

Enam kemenangan dari delapan pertandingan di 2016-17 angsuran dari Liga Champions, yang mewakili lebih menang daripada tim lain, sudah cukup untuk melihat mereka atas Grup D di depan Bayern Munich dan masa lalu Bayer Leverkusen di babak sistem gugur pertama.

Ini adalah bentuk rumah Atletico khususnya yang telah berubah menjadi salah satu kekuatan yang paling ditakuti di Eropa, memenangkan 16 dari 21 pertandingan terakhir mereka di rumah benteng mereka – akan segera dibongkar setelah mendorong melalui dengan rencana untuk pindah ke Wanda Metropolitan jangka berikutnya – dan hanya kehilangan satu dari mereka.

Selain itu, Atleti tidak terkalahkan dalam perlengkapan sistem gugur-tahap di bawah bos berapi-api mereka, dengan 15 lembar bersih di babak 17 sini mungkin menjelaskan mengapa mereka seperti kacang sulit untuk retak. Tidak hanya mereka yang terbaik defensif sisi di atas penerbangan Spanyol, mereka juga bisa dibilang yang terbaik dalam menjaga keluar penyerang oposisi di planet ini.

Semua ini melukiskan gambaran yang sangat suram dari perspektif Leicester, mengetahui bahwa mereka tidak hanya datang melawan tim dengan silsilah Eropa terbukti dalam empat tahun terakhir, tetapi juga tim yang juga punya bertindak bersama-sama di dalam negeri – satu kekalahan dalam 16 La Liga games melihat mereka bergerak kembali di atas Sevilla ke tempat ketiga.

Hasil imbang 1-1 dengan Real Madrid pada akhir pekan tidak lebih untuk sementara menggagalkan biaya gelar kota saingan mereka dari musim semi mereka sendiri kembali ke dalam hidup, menjaga mereka 10 poin di puncak, tapi itu hanya memberikan Simeone semua semakin gencar sekarang memprioritaskan Eropa dan akhirnya mendapatkan timnya atas garis dalam kompetisi yang telah terbukti semacam namun begitu kejam dalam beberapa tahun terakhir.

Leicester City

keputusan kontroversial klub untuk berpisah dengan manajer populer Claudio Ranieri, hanya 16 hari setelah publik mendukung dia, sekarang tampaknya seperti waktu yang lama setelah juara Leicester yang bersangkutan.

Shakespeare membuat transisi setelah menggantikan Claudio Ranieri manajer terlihat sederhana, memenangkan lima dari lima di atas penerbangan sebelum kekalahan hari Minggu ke Everton untuk meringankan meningkatnya kekhawatiran degradasi timnya dan menempatkan mereka di jalur yang baik.

magic Shakespeare tidak hanya terbayar dalam negeri tetapi juga di Eropa, karena ia mendalangi menang 2-0 di leg kedua atas Sevilla di babak sebelumnya – tiga minggu pada dari 2-1 terbalik dalam pembukaan 90 menit pergumulan – untuk memastikan bahwa Leicester menjadi tim kedelapan dari Inggris untuk membuatnya sejauh ini.

Predikti Pemain

Atletico memiliki Filipe Luis dan Gabi kembali barisan mereka setelah duduk outing terakhir mereka di Eropa melalui suspensi, sementara di bagian atas ada kekhawatiran atas bentuk dan kebugaran dari Antoine Griezmann, yang namanya terus dikaitkan dengan sejumlah pihak.

Atletico Madrid lineup mungkin awal:
oblak; Juanfran, Godin, Savic, Filipe Luis; Carrasco, Saul Niguez, Gabi, Koke; Griezmann, Torres

Leicester City lineup mungkin awal:
Schmeichel; Simpson, Benalouane, Huth, Fuchs; Mahrez, Ndidi, Drinkwater, Albrighton; Okazaki, Vardy

 

Prediksi Kami mengatakan: Atletico Madrid 1-0 Leicester City

 

Claudio Ranieri dipecat oleh Leicester City

Claudio Ranieri, Leicester City, Premier League
Claudio Ranieri, Leicester City, Premier League

Bandar Judi OnlineClaudio Ranieri telah dipecat oleh Leicester City, sembilan bulan setelah mengangkat trofi Premier League.

Rubah hanya satu titik di luar dari zona degradasi Premier League, setelah memenangkan gelar musim lalu.

pemilik Thai telah mengambil keputusan ini dengan berat hati, tetapi merasa kemungkinan mereka terdegradasi adalah “tidak dapat diterima”.

Dewan mengharapkan bouncing dalam bentuk setelah memberikan Italia suara publik kepercayaan dua minggu lalu menawarkan “dukungan tak tergoyahkan” mereka. Tapi kami memahami pemilik merasa ada belum perbaikan yang nyata dan yang tersisa dengan pilihan kecuali untuk memecat dia.

Leicester memiliki seorang pun berbaris untuk menggantikan Ranieri, dan akan mulai mencari pengganti pada hari Jumat.

Wakil Ketua Aiyawatt Srivaddhanaprabha mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam: “Ini telah menjadi keputusan yang paling sulit kita harus membuat dalam hampir tujuh tahun sejak King Power mengambil kepemilikan Leicester City.

“Tapi kita berkewajiban untuk menempatkan kepentingan jangka panjang klub di atas semua rasa sentimen pribadi, tidak peduli seberapa kuat yang mungkin.

Claudio telah membawa kualitas yang luar biasa ke kantornya. Manajemen terampil Nya, kekuatan motivasi dan pendekatan diukur telah mencerminkan pengalaman yang kaya kita selalu tahu dia akan membawa ke Leicester City.

“Kehangatan-Nya, pesona dan karisma telah membantu mengubah persepsi klub dan mengembangkan profil pada skala global. Kami akan selamanya berterima kasih kepadanya atas apa yang telah membantu kami untuk mencapai.

“Itu tidak pernah harapan kami bahwa prestasi yang luar biasa musim lalu harus ditiru musim ini. Memang, hidup di Liga Premier adalah target pertama dan satu-satunya di awal kampanye.

“Tapi kita sekarang dihadapkan dengan perjuangan untuk mencapai tujuan itu dan merasa kami perlu untuk memaksimalkan kesempatan yang disajikan oleh akhir 13 pertandingan.”

Diharapkan bahwa manajer caretaker Craig Shakespeare akan mengambil pra-pertandingan konferensi pers Jumat menjelang pertandingan Monday Night Football mereka ketika mereka menjamu Liverpool.

Ranieri, 65, mengawasi kejutan terbesar dalam sejarah atas penerbangan ketika ia memimpin klub untuk gelar Premier League 298 hari yang lalu, tetapi hal-hal telah terurai dengan klub berjuang untuk formulir liga dan tersingkir dari Piala FA oleh Liga Satu sisi Millwall.

Leicester dipukuli 2-1 oleh Sevilla di Liga Champions pada Rabu malam dengan Jamie Vardy mencetak gol mereka untuk memberi mereka harapan untuk leg kedua.

“Semua pendukung telah semua mengatakan mereka ingin dia tinggal. Semua fans akan percaya dia akan turun sebagai legenda tetapi beberapa merasa ia telah kehilangan ruang ganti.”

Claudio Ranieri tertarik untuk Leicester untuk membangun kesuksesan Piala FA

Claudio Ranieri, Leicester City, Premier League
Claudio Ranieri, Leicester City, Premier League

Bandar Judi Bola IBCBET– Bos Leicester Claudio Ranieri berharap skuadnya dapat mengambil kepercayaan dari kemenangan Piala FA melawan Derby dan membangun beberapa momentum yang sangat dibutuhkan di Liga Premier.

Juara telah merosot ke dalam titik zona degradasi setelah hanya dua kemenangan dalam 15 pertandingan liga dan menghadapi bentrokan penting pada hari Minggu di Swansea, yang seperti Leicester memiliki 21 poin dari 24 pertandingan mereka.

wisata sisi Ranieri ke Stadion Liberty setelah kehilangan empat pertandingan Premier League tanpa mencetak gol dan mereka belum menemukan belakang bersih di liga pada tahun 2017.

Kemenangan ulangan Rabu melawan Derby, yang Ranieri membuat 10 perubahan tim, tersedia beberapa bantuan dan Italia berharap kemenangan 3-1, yang datang setelah perpanjangan waktu, dapat memberikan Leicester tumpangan.

“Untuk mencetak tiga dalam satu pertandingan yang baik, baik untuk kepercayaan diri, dan saya berharap dapat meningkatkan musim Premier League kami dan memberi kami kepercayaan diri,” katanya.

“Kita perlu momentum. Hal ini penting untuk menjaga momentum dari skuad pergi. Kita mungkin melakukan perubahan, tetapi masih Leicester. Jika kami kalah di Piala FA, itu selalu Leicester. Tapi Leicester menang sehingga sangat baik.

“Untuk menang di Piala FA memberi kami kepercayaan diri, tetapi kita harus terus It (Swansea) adalah salah satu pertandingan penting kami dari sekarang sampai akhir -. Kita harus meraih poin kami Tapi saya yakin dengan pemain, selalu.. ”

Leicester akan menghadapi tim Swansea diremajakan sejak kedatangan Paul Clement, yang baru saja dinobatkan sebagai manajer bulan Januari.

Mantan bos Derby telah mengawasi kemajuan yang penting dalam bentuk sejak menggantikan Bob Bradley pada pergantian tahun. Yang terakhir tiga pertandingan Premier League telah melihat kekalahan Swansea Liverpool di Anfield, menang di kandang melawan Piala EFL finalis Southampton dan kehilangan sempit untuk gol injury time jauh di Manchester City.

Ranieri telah terkesan dengan dampak Clement telah memiliki.

“Mereka mengubah manajer mereka dan mereka bermain sangat baik. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit bagi kami,” akunya.

“Ketika ia datang, mereka berubah total. Ada bentuk yang sangat baik, mereka tahu apa yang harus mereka lakukan dan bagaimana melakukannya. Mereka memiliki bentuk yang baik, mereka menyerang bersama-sama, membela bersama-sama.

“Mereka adalah tim yang sangat baik karena mereka bergerak bola dengan cepat. Ada beberapa pemain bagus dalam kondisi baik.”

Ranieri akan membuat beberapa perubahan pada hari Minggu dengan orang-orang seperti Kasper Schmeichel, Robert Huth, Wes Morgan, Danny Drinkwater, Riyad Mahrez dan Jamie Vardy, ia harus mengatasi ketukan betis, semua diharapkan untuk dikembalikan ke tim.

Winger Demarai Gray mendorong untuk tempat awal setelah tampil mengesankan melawan Derby sementara penandatanganan Molla Wague bisa terlibat dalam skuad. Seperti Vardy, Islam Slimani (pangkal paha) akan dinilai tapi sesama striker Leonardo Ulloa (paha) tetap keluar.