Spurs Dijadwalkan Akan Bertemu Juventus Di Liga Champions

Spurs Dijadwalkan Akan Bertemu Juventus Di Liga Champions

Spurs Dijadwalkan Akan Bertemu Juventus Di Liga Champions, Pochettino Sudah Tak Sabar Lagi

Bandar Judi Bola – Spurs dijadwalkan akan bertemu Juventus di laga lanjutan Liga Champions. Hasil undian yang dilakukan pada Senin (11/12/2017) kemarin membuat pelatih Spurs, Pochettino senang sekali.

Undian Liga Champions untuk babak 16 besar telah selesai dilaksanakan. Beberapa tim mungkin kurang bersemangat hasil undian tersebut. Namun lain halnya dengan pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino.

Pochettino yang memiliki darah Italia, mengaku sangat bersemangat dengan hasil undian itu. Meski lahir di Argentina, nama Pochettino sendiri merupakan nama yang khas  dan kental dengan aroma Italia.

Keluarga besar Italianya berasal dari Turin, yang merupakan kota asal Juventus. Pochettino sendiri di masa mudanya sempat berharap bisa memperkuat klub yang berjuluk La Vecchia Signora tersebut.

Pochettino menilai pertemuan dengan Juventus nanti akan menjadi pertandingan yang sulit. Seperti yang diketahui, Bianconeri merupakan salah satu finalis Liga Champions musim lalu.

Juve sendiri memiliki catatan yang tidak terlalu bagus saat harus menjalani laga dengan klub-klub asal Inggris. Opta mencatat, sejak musim 1998/1999 Bianconeri sudah bertemu dengan 5 klub asal Inggris.

Klub pertama adalah Setan Merah. Di musim 1998/1999, Juve gagal ke final karena kalah agregat 3-2 dari Manchester United. Bianconeri yang berhasil menahan imbang MU di leg pertama, harus menelan kekalahan saat bertamu ke Old Trafford di leg kedua.

Di musim 2004/2005, Juve juga takluk dari The Reds Liverpool. Saat itu perjuangan Si Nyonya Tua harus terhenti di perempatfinal karena kalah agregat dari Liverpool 1-2.

Tahun berikutnya, Bianconeri kembali kandas di babak perempatfinal. Kali ini giliran tim meriam London, Arsenal, yang mematikan langkah Juve. Tim hitam putih tersebut kalah dengan agregat 0-2.

Musim 2008/2009, Chelsea menyingkirkan tim asal Turin tersebut dengan skor total 2-3. Dan terakhir, tim Inggris yang berhasil mengalahkan Juve adalah Fulham. The Cottagers melibas Juve di leg kedua dengan total agregat 1-4.

Baca juga : Massimiliano Allegri Kecewa Juve Tak Bisa Raih Kemenangan

Derbi London Utara Jilid Satu Menjadi Milik Tim Meriam London

Derbi London Utara Jilid Satu Menjadi Milik Tim Meriam London

Derbi London Utara Jilid 1 Menjadi Milik Tim Meriam London, Arsenal

Bandar Judi Bola – Derbi London utara jilid 1 yang digelar malam tadi menjadi milik Tim Meriam London, Arsenal. Bermain di Emirates Stadium, Arsenal berhasil mengunci kemenangan atas tamunya Spurs dengan skor 2 gol tanpa balas.

Alexis Sanchez dan Skhodran Mustafi sama-sama mencetak gol di babak pertama. Gol ini juga yang membawa Arsenal keluar sebagai pemenang derbi London utara jilid 1 sekaligus mengamankan posisi Wenger sebagai pelatih Arsenal.

Pertandingannya sendiri berjalan dengan tensi yang cukup tinggi. Kedua tim langsung saling serang sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan. The Gunners, melalui Lacazette mendapat peluang terlebih dahulu. Sayangnya tendangan Lacazette masih jauh diatas gawang yang dijaga Lloris.

Tak jauh berbeda, peluang yang didapat Spurs melalui Harry Kane pun gagal dieksekusi dengan baik. Sepakan keras Kane ke arah gawang Arsenal masih bisa digagalkan oleh Petr Cech.

Akhirnya di menit ke 36, Arsenal berhasil membuka keunggulan lewat Skhodran Mustafi. Bermula dari tendangan bebas yang dilepaskan Mesut Oezil, umpan lambung tersebut berhasil diselesaikan dengan baik oleh tandukkan Mustafi.

Lima menit berselang, giliran Alexis Sancez yang memperbesar angka bagi tuan rumah. Lacazette mengirimkan umpan silang ke arah dekat tiang dimana Sancez berada, yang langsung dituntaskan Sanchez dengan kaki kanannya. Babak pertama pun ditutup dengan skor 2-0.

Pasukan Arsene Wenger memulai babak kedua dengan menguasai pergerakan bola dan mengendalikan permainan. Spurs yang sempat terpojok perlahan bisa terlepas dari tekanan Oezil dkk.

Kane kembali membuka peluang saat mendapat bola umpan. Sayangnya tembakan Kane masih bisa dihalau oleh Mustafi. Performa Kane dan Dele Alli yang buruk di laga ini membuat Pochettino memutuskan untuk menarik mereka dari pertandingan.

Pochettino memasukkan Llorente dan Son untuk menambah daya serang. Meski begitu, perubahan tersebut tidak membawa banyak pengaruh. Hingga akhir peluit panjang, The Lily Whites tetap tidak bisa mengejar ketertinggalannya.

Lihat juga : Setan Merah Kembali Menang Di Kandang Saat Jamu New Castle

Derby London Utara Antara Arsenal Dan Tottenham Hotspur

Derby London Utara Antara Arsenal Dan Tottenham Hotspur

Derby London Utara, Mana Yang Lebih Kuat Antara Arsenal Dan Tottenham Hotspur

Bandar Judi Bola – Derby London Utara antara Arsenal dengan Tottenham Hotspur akan digelar pada Sabtu (18/11/2017) nanti. The Gunners akan menjamu Tottenham Hotspur di Emirates Stadium.

Kiper Arsenal, Petr Cech, mengatakan bahwa derby esok akan berjalan menarik. Selain karena persaingan untuk posisi di klasemen liga, kedua tim juga akan memperbutkan tiket ke babak Liga Champions musim depan.

Pendapat lain juga disampaikan oleh mantan pemain Arsenal, Charlie Nicholas. Nicholas menyarankan agar di laga esok Wenger menepikan dahulu Alexis Sanchez dan Mesut Oezil. Dikarenakan permainan mereka yang sedang tidak bagus bersama tim.

Nicholas menilai untuk derby London Utara nanti, Danny Welbeck dan Alexandre Lacazette lebih cocok untuk dijadikan starter. Pergerakan Welbeck yang luwes akan bisa mengecoh pertahanan dari Spurs.

Sedang Lacazette dibutuhkan untuk mengeksekusi peluang dan mencetak angka bagi Arsenal. Dan untuk barisan pertahanan Nicholas menyarankan untuk memasang Alex Iwobi, Aaron Ramsey dan juga Granit Xhaka.

Ketiga nama terakhir terbukti membantu Arsenal saat menahan imbang Chelsea di Stamford Bridge pada pekan ke lima liga beberapa waktu lalu. Alex Iwobi yang berposisi sebagai winger juga optimis The Gunners akan memenangkan derby akhir pekan nanti.

Musim lalu merupakan yang pertama kalinya sejak 20 tahun terakhir dimana Spurs bisa finis di posisi di atas Arsenal. Beberapa musim terakhir, Spurs memang menunjukkan kenaikan grafik yang cukup signifikan sejak ditangani Mauricio Pochettino.

Spurs dibawah asuhan Pochettino juga memiliki rekor yang bagus saat menjalani derby London utara. Dari lima pertemuan terakhir antara Arsenal dengan Spurs, Pochettino meraih 3 hasil imbang dan 2 kali menang tanpa kekalahan sekalipun.

Sedang bagi The Gunners, kemenangan terakhir yang diraih atas The Lily Whites adalah pada tahun 2013 tepatnya di bulan September. Sejak itu, Arsenal belum pernah meraih kemenangan lagi di derby London.

Baca juga : Gianpiero Ventura Resmi Dipecat Sebagai Pelatih Timnas Italia

Harry Kane Absen Bela Tottenham Spurs Malam Ini

Harry Kane Absen Bela  Tottenham Spurs Malam Ini

Harry Kane Absen Saat Setan Merah Jamu Spurs

Bandar Judi Bola – Pemain bintang Tottenham Hotspur, Harry Kane dipastikan absen malam nanti. Absen nya Kane dipastikan oleh manajer Spurs, Mauricio Pochettino dalam jumpa pers jelang pertandingan nanti.

Harry Kane mendapatkan cedera hamstring ringan saat laga Spurs melawan Liverpool. Di pertandingan itu Kane mencetak dua gol dan menyumbang satu assist bagi kemenangan The Lily Whites.

Meski hanya mengalami cedera ringan, Pochettino mengatakan tidak ingin mengambil resiko dengan menurunkan Kane malam nanti. Ia ingin agar pemain bintang nya benar-benar beristirahat dan memulihkan kondisi pasca cedera.

Pochettino tidak menutup kemungkinan bahwa Kane akan segera merumput kembali. Apalagi dipertengahan pekan depan nanti, Spurs akan menjamu Real Madrid dalam pertandingan lanjutan Liga Champions.

Berbeda dengan Pochettino, manajer Setan Merah, Jose Mourinho mengatakan tidak ingin memberikan komentar apapun mengenai para pemain yang tidak bisa tampil karena cedera. Ia lebih baik fokus pada persiapan tim nya malam nanti.

Karena menurut nya, jika ia mengomentari pemain lawan yang cedera maka ia juga harus mengomentari pemain nya yang berada dalam kondisi sama. Dan ia sedang tidak tertarik untuk membahas hal itu.

Menurut data statistik, Harry Kane adalah salah satu pemain muda yang tengah bersinar saat ini di liga. Ia hampir berhasil mencetak gol di setiap laga tandang. Hanya ada dua stadion dimana Kane belum berhasil mencatatkan namanya.

Stadion Turf Moor milik Burnley dan Stadion Old Trafford milik Setan Merah adalah kedua stadion tersebut. Sayang nya dengan cedera yang sedang dialami saat ini, Kane kehilangan kesempatan untuk mencoba mencatatakan namanya di Old Trafford.

Baca Juga : Simak Ulasan Head To Head Jelang Duel The Red Devils Versus The Lily Whites

Luke Shaw Ingin Kembali Bermain Bersama Pochettino

Luke Shaw Ingin Kembali Bermain Bersama Pochettino

Luke Shaw Menyatakan Keinginannya Untuk Reuni Dan Bermain Kembali Di Bawah Asuhan Pochettino

Bandar Judi Bola – Luke Shaw menyatakan keinginannya untuk kembali bermain dibawah asuhan Mauricio Pochettino. Bek kiri Manchester United itu menyampaikan dalam epilog buku “Brave New World : Inside Pochettino’s Spurs” karya Guillem Balague.

Luke Shaw yang memulai debut di tim utama Southampton sejak Januari 2012 merupakan salah satu pemain yang sedang bersinar karirnya. Dia menjadi salah satu pemain andalan Pochettino di Southampton.

Itulah salah satu alasan yang membuat manajer Setan Merah saat itu, David Moyes memboyongnya ke Old Trafford. Luke mendapat tawaran kontrak bermain selama 4 musim di Manchester United.

Bersamaan dengan pindahnya Shaw, sang manajer Mauricio Pochettino juga pindah ke Tottenham. Pochettino menjalani karir yang bagus bersama tim barunya. Bahkan di musim ini, Mauricio Pochettino berhasil membawa Spurs sampai di posisi tiga besar.

Berkebalikan dengan Pochettino, karir Luke Shaw bersama Setan Merah tidak berjalan mulus. Sejauh ini, Luke Shaw baru 32 kali membela Setan Merah sejak didatangkan empat musim lalu.

Sering dibekap cedera menjadi salah satu alasan jarangnya Luke Shaw dimasukkan ke dalam daftar susunan pemain. Total sudah 601 hari yang digunakan untuk memulihkan kondisinya akibat cedera. Saat ini Shaw malah lebih banyak main di tim U-23 MU.

Di musim ini, Luke baru dua kali dimainkan oleh Jose Mourinho. Salah satunya saat laga menghadapi Swansea City pada Rabu dini hari lalu, Mou memberi Shaw kesempatan bermain meski hanya berdurasi 3 menit.

Kurangnya kesempatan bermain dan hubungannya yang kurang baik dengan sang manajer membuat kabar kepindahan Shaw ke Spurs semakin nyata. Ditambah lagi sampai sekarang, pihak Setan Merah belum menawarkan kontrak baru.

Kontrak Shaw sendiri dikabarkan akan habis pada Juni 2018 nanti. Shaw bisa dilepas dengan status bebas transfer jika manajemen Setan Merah tidak memperpanjang kontraknya sesegera mungkin.

Simak juga : Simak Ulasan Head To Head Jelang Duel The Red Devils Versus The Lily Whites

Mauricio Pochettino memuji kedewasaan Tottenham setelah menang atas Arsenal

Mauricio Pochettino, Tottenham
Mauricio Pochettino, Tottenham

Bandar Judi Bola – Bos Tottenham Mauricio Pochettino memuji kematangan timnya setelah mempertahankan perburuan gelar terbuka dengan kemenangan mereka atas Arsenal.

Dele Alli mencetak gol ke-17 liga musim ini dan Harry Kane terjaring dari titik penalti tiga menit kemudian saat tim Pochettino melaju dengan kemenangan 2-0.

Kemenangan 3-0 Chelsea yang mengesankan di Everton sebelumnya pada Super Sunday memberi tekanan pada Spurs, namun mereka merespons untuk memastikan jarak ke posisi teratas tetap empat poin.

Spurs jatuh tersungkur pada akhir-akhir minggu dari perburuan gelar musim lalu, mengambil hanya dua poin dari empat pertandingan terakhir mereka, namun Pochettino berpendapat bahwa pengalaman tersebut membuat timnya lebih kuat secara mental.

“Ini adalah reaksi yang fantastis – penting untuk tetap fokus pada permainan kami,” kata Pochettino kepada Sky Sports.

“Kita bisa bilang kita lebih dewasa dari musim lalu. Tim ini mencoba untuk memenangkan pertandingan dan menjadi lebih baik dari lawan.

“Hari ini adalah kesempatan lain untuk melihat tim belajar dan memperbaiki diri.”

Kemenangan tersebut juga berarti Spurs dijamin bisa finis di atas Arsenal di Liga Primer untuk pertama kalinya sejak 1995.

“Ini adalah sore yang fantastis – saya sangat senang untuk pemain dan penggemar dalam derby terakhir di White Hart Lane,” Pochettino menambahkan.

“Itu sangat emosional, saya harus mengatakan selamat kepada para pemain dan penggemar karena musim ini sejauh ini fantastis. Kami mencoba untuk membayar kembali semua usaha dan energi yang telah diberikan penggemar kepada kami – pulang dan pergi. Kami benar-benar layak mendapatkan kemenangan.

“Juga, untuk menutup celah di Chelsea adalah hal yang paling penting.”

Dengan empat pertandingan tersisa dalam perburuan gelar, tim Pochettino bisa menutup celah Chelsea ke satu titik jika mereka menang di West Ham pada Friday Night Football.

Pemimpin liga Antonio Conte kemudian berhadapan dengan Middlesbrough di Stamford Bridge pada Monday Night Football.

Ketika ditanya apakah Spurs bisa menangkap Chelsea, bos Tottenham tersebut menjawab: “Saya pikir kita masih dalam perlombaan.”

“Ini akan sulit tapi tujuan kami adalah memenangkan pertandingan berikutnya – kami akan melihat apa yang terjadi.”

 

Mauricio Pochettino: Tottenham sudah matang sejak kekecewaan tahun lalu

Mauricio Pochettino, Tottenham
Mauricio Pochettino, Tottenham

Bandar Judi Bola Sbobet Mauricio Pochettino menegaskan Tottenham lebih baik ditempatkan untuk mengatasi tekanan daripada pada saat ini musim lalu.

Tantangan gelar Spurs tersandung pada akhir April musim lalu, hanya membawa dua poin dari 12 pertandingan terakhir mereka saat Leicester memenangkan gelar Premier League.

Kali ini, Spurs membuntuti Chelsea dengan empat poin dengan lima pertandingan tersisa, dengan Arsenal berada di derby London utara pada Super Sunday dan bos Argentina tersebut mengatakan bahwa timnya memiliki kedewasaan lebih banyak untuk menghadapi tekanan tersebut.

Ketika ditanya apakah kegagalan musim lalu memberi mereka motivasi saat ini, Pochettino mengatakan kepada Sky Sports: “Dalam beberapa hal ada motivasi, di lain pihak adalah area yang harus ditingkatkan. Pertama-tama kita harus mencari tahu mengapa hal itu terjadi, dan kemudian menemukan larutan.

“Tim ini lebih matang dari musim lalu Ini adalah saat yang sama sekali berbeda .. Saya merasa sekarang tim memiliki kapasitas lebih untuk mengelola stres, berjuang untuk memenangkan gelar, dan saya pikir kami telah meningkat pesat.

“Apakah kita menang atau kalah, saya pikir tim berada pada level mental yang lain.”

Pochettino menegaskan dia tidak khawatir untuk menyelesaikan di atas Arsenal untuk pertama kalinya dalam 22 tahun karena fokusnya semata-mata untuk memenangkan Premier League.

Kemenangan akan memastikan Tottenham finis di atas rival mereka tapi Pochettino berpikiran tunggal dalam mengejar Chelsea dan gelar liga pertama sejak 1961.

“Ini penting untuk menang karena kami tahu apa artinya mengalahkan Arsenal di derby, tapi tujuan kami adalah memenangkan gelar, tidak berada di atas Arsenal. Saya tidak peduli dengan Arsenal, saya peduli dengan pemain saya, klub saya, Penggemar saya, tapi bukan apa yang terjadi disebelah kami.

“Tapi Anda tidak bisa mengabaikan apa yang terjadi di masa lalu, yang terakhir 20, 30 tahun, dan kita tahu betul apa artinya. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik, mencoba untuk menang, karena jika kita bisa mengambil tiga Poin, kita akan di perebutan gelar.

“Setiap pertandingan adalah sebuah tantangan, setiap pertandingan penting untuk fokus dan mencoba bermain. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit, dengan suasana hangat, dan fans kami akan dipercaya lagi, seperti biasa. Saya yakin mereka membantu kami untuk memiliki Lebih banyak energi

“Saya ingin mendapat tekanan, saya selalu bersemangat untuk menghadapi tantangan ini, dan saya sangat senang berada di posisi itu.”

Faktor yang sangat bagus saat ini ada di Spurs saat ini, setelah memenangkan delapan pertandingan terakhir mereka di Liga Primer untuk menempatkan rival London Chelsea di bawah tekanan di puncak.

Tapi Pochettino bersikukuh agar perasaan positif itu tidak mudah, dan membuka tentang kerumitan pengelolaan moral di kamp.

“Dalam sepakbola tidak pernah mudah untuk memiliki hubungan baik dengan setiap orang. Mereka yang bermain bahagia, mereka yang berada di bangku cadangan 50 persen bahagia, dan 50 persennya kecewa, dan pemain yang tidak berada di bangku cadangan adalah 100 per Sen kecewa.Itu adalah hubungan yang begitu sulit.

“Saya selalu terbuka untuk berbicara, pintuku selalu terbuka, tapi kemudian terserah kepada pemainnya untuk datang atau tidak. Terkadang ada pemain yang berbeda, beberapa lebih jauh, beberapa lebih dekat, tapi Anda harus menghormati. Terkadang begitu Sulit untuk dekat dengan staf, terkadang mudah.

“Kami akan mencoba, kami memiliki filosofi yang sangat jelas. Motivasi kami selalu mengenal orang di depan pemain, bukan mesin, bukan robot, mereka adalah orang-orang yang merasa, memiliki masalah dalam kehidupan di luar lapangan.”

Mauricio Pochettino memuji mentalitas para pemain Tottenham

Mauricio Pochettino, Tottenham
Mauricio Pochettino, Tottenham

Bandar Judi Casino Online – Manajer Tottenham Mauricio Pochettino telah mengundurkan diri karena skuadnya kurang mental untuk memenangkan piala.

Pochettino telah dipuji karena karyanya di White Hart Lane, yang membimbing Spurs ke posisi ketiga dalam kampanye terakhir Liga Primer, namun belum mendapatkan trofi dalam hampir tiga musim yang bertanggung jawab.

Tottenham tersendat pada run-in musim lalu saat Leicester merebut gelar tersebut, dan menyia-nyiakan kesempatan lain untuk meraih medali perak saat mereka kalah dari Chelsea di semifinal Piala FA, Sabtu.

Spurs menuju Crystal Palace pada hari Rabu, tujuh poin di bawah pemimpin Antonio Conte namun Pochettino menegaskan skuadnya mampu mengakhiri kekeringan piala mereka.

“Saya tidak ragu lagi,” kata Pochettino. “Sangat penting untuk memiliki memori. Musim pertama kami tiba, kami mendapat 35 pemain, dan kami mulai membangun kembali tim selama musim ini.

“Kami mulai berkompetisi dalam dua musim terakhir. Musim lalu kami finis ketiga, tempat terbaik di Liga Primer untuk Tottenham, sekarang kami yang kedua dan bertarung dengan tim besar dengan proyek yang sama sekali berbeda.

“Mentalitas itu fantastis, untuk selalu menang. Tapi, saat Anda bersaing dengan Chelsea, Man United, Man City, Liverpool – ayo.

“Para pemain pantas mendapat pujian penuh dan Anda harus menghapus gagasan itu karena itu tidak benar, mereka adalah pemenang. Hal lain adalah memenangkan gelar, tapi mereka adalah pemenang.”

Spurs terus mengejar gelar di Selhurst Park dan Pochettino berpikir mereka perlu memenangkan semua enam pertandingan Liga Primer yang tersisa jika mereka memiliki kesempatan untuk menangkap pemimpin Chelsea.

 

 

Mauricio Pochettino menggagalkan klaim Xavi bahwa Manchester City bisa membeli Dele

Dele Alli, Mauricio Pochettino, Tottenham
Dele Alli, Mauricio Pochettino, Tottenham

Bandar Judi BolaMauricio Pochettino mengatakan Tottenham tidak berniat menjual Dele Alli ke Manchester City kendati Xavi mengatakan Pep Guardiola tertarik pada pemain tersebut.

Dan bos Spurs telah menggambarkan Xavi sebagai seseorang yang dia anggap sebagai “musuh” dari hari-hari mereka sebagai lawan di La Liga.

Mantan pemain Barcelona Xavi memuji Alli sebagai “salah satu pemain yang terbaik di Eropa” dan mengatakan bahwa temannya dan mantan manajer Guardiola ingin membawanya ke Etihad musim panas ini.

Tapi Pochettino yakin Xavi hanya membuat komentar seperti itu karena dia “membenci” pelatih Argentina tersebut karena dia berhasil dan bermain untuk rival Barcelona kota Espanyol.

“Dia sedang dalam masa ketika dia suka berbicara, dia di Doha [bermain untuk Al Sadd] dan mendengarkan, dia adalah pemain Barcelona, dia adalah musuh saya,” kata Pochettino menjelang perjalanan timnya ke Crystal Palace pada Rabu malam.

“Dia mencoba menghancurkan fokus kami untuk menang karena dia membenci saya karena dia adalah pemain Barcelona, Anda tahu.

“Saya mengenalnya [Xavi] dengan sangat baik, saya sering bermain melawan dia dan ketika saya menjadi manajer [di Espanyol].”

Pochettino menceritakan sebuah kisah dari karir bermain kedua pria tersebut untuk menggambarkan ketidakpercayaannya terhadap Xavi, saat dia memenangkan hukuman penalti yang diberikan Zlatan Ibrahimovic untuk memberi Barcelona kemenangan 1-0 atas tim Espanyol dalam sebuah pertandingan di bulan Desember 2009.

“Kemarin ada Thierry [Henry] di sini dan kami mengingat permainan bahwa dia [Xavi] menipu wasit,” kata Pochettino.

“Dia terjatuh, itu bukan penalti, tapi Ibrahimovic mencetak gol untuk Barcelona dan mereka memenangkan pertandingan.

“Orang yang menandai adalah Raul Baena, Xavi terjatuh dan mengatakan ‘penalti’, mereka memberi penalti.

“Setelah, dalam video, sangat lucu karena tidak ada yang menyentuhnya dan semua orang di media mengatakan tidak, tidak mempercayai saya – itu adalah hukuman. Ayo, pergi dari kebohongan untuk berbohong.

“Dia bekerja untuk Manchester City, mungkin? Dia ingin membantu Guardiola dan [Vincent] Kompany.”

 

Mauricio Pochettino: Kekalahan Piala FA Tottenham dari Chelsea tidak akan berdampak pada perburuan gelar

Mauricio Pochettino, Tottenham
Mauricio Pochettino, Tottenham

Agen BolaMauricio Pochettino menegaskan pertarungan Tottenham dengan Chelsea untuk gelar Liga Primer tidak akan goyah meski kalah dari rival mereka di semifinal Piala FA.

Spurs dipukuli 4-2 di Wembley tapi Pochettino mengatakan bahwa dia bangga dengan penampilan mereka dan sudah melihat ke depan untuk enam pertandingan tersisa mereka dengan timnya empat poin di bawah pimpinan liga Antonio Conte.

Chelsea menghadapi Southampton di Stamford Bridge pada hari Selasa saat Tottenham melakukan perjalanan ke Crystal Palace pada hari Rabu.

“Tidak, hasilnya tidak penting (dalam perburuan gelar). Kami akan terus maju,” kata Pochettino.

“Memang benar, saat ini, para pemain sangat kecewa tapi besok kami bekerja lagi di tempat latihan dan mengubah fokus untuk pertandingan berikutnya – Crystal Palace.

“Jika kita bermain seperti yang kita mainkan hari ini maka kita tidak bisa khawatir. Sepakbola kita hari ini tidak membayar apa yang pantas kita dapatkan tapi saya tahu sepakbola, terkadang Anda bermain bagus dan tidak menang.”

Tottenham mendominasi pertandingan dan dua kali bangkit dari ketertinggalan, dengan gol dari Harry Kane dan Dele Alli membatalkan usaha babak pertama Willian.

Namun serangan mendadak dari Eden Hazard dan Nemanja Matic menghapus kesempatan Spurs membuat final Piala FA pertama mereka sejak 1991.

Pochettino mengatakan: “Jika saya adalah pendukung Tottenham saya merasa sangat kecewa tapi saya merasa bangga karena kami mendominasi tim yang bermain bagus.

“Kami memaksa mereka untuk bermain dalam dan menyerang balik. Para pemain memberi usaha yang fantastis.

“Ini adalah semifinal pertama saya, saya tidak bisa mengubah masa lalu, masa lalu adalah di masa lalu dan kita perlu membangun masa depan untuk memiliki masa depan yang lebih baik.

“Kami sedang membangun tim yang menarik, kami hanya butuh waktu untuk menang. Untuk bertarung pada level itu melawan Chelsea dan tim besar fantastis bagi kami – hal yang besar.”