Gagal Pindah Ke City, Riyad Mahrez Mogok Latihan

Gagal Pindah Ke City, Riyad Mahrez Mogok Latihan

Gagal Pindah Ke Manchester City, Riyad Mahrez Ngambek Dan Lakukan Aksi Mogok Latihan

Bandar Judi Bola – Gagal pindah ke Manchester City pada bursa transfer musim dingin lalu, bintang Leicester City, Riyad Mahrez, ngambek. Hal tersebut ditunjukkan nya dengan cara melakukan aksi mogok latihan.

Bintang Leicester City, Riyad Mahrez, melakukan aksi mogok dengan cara mangkir dari sesi latihan. Ia juga tidak masuk dalam daftar nama pemain yang dirilis The Foxes di dua pertandingan terakhir mereka.

Hal tersebut dilakukan Mahrez sebagai aksi protes kepada klubnya yang tidak mengijinkan nya untuk pindah klub. Seperti yang diketahui, pemain asal Aljazair tersebut sudah mengajukan permintaan untuk dijual di bursa transfer kemarin.

Salah satu klub yang berminat untuk mendatangkan pemain 26 tahun itu adalah Manchester City. Pihak City bahkan sudah mengajukan tawaran secara resmi untuk mendapatkan tanda tangan Mahrez.

Lihat juga : Pep Guardiola Gagal Datangkan Riyad Mahrez Musim Ini

The Citizen diketahui menawarkan uang sebesar 65 juta pound sterling plus satu pemain pada The Foxes. Namun klub pemilik Mahrez hanya bersedia melepas bintangnya dengan harga 95 juta pound sterling.

Menurut kabar yang beredar, saat memboyong Riyad dari Le Havre di tahun 2014, Leicester hanya mengeluarkan uang sebesar 450 ribu pound sterling. Penawaran dari City bernilai 150 kali dari modal yang dikeluarkan The Foxes. Namun karena tidak juga menemukan kecocokan harga, City memutuskan untuk mundur perlahan dari perburuan Mahrez.

Kabarnya kegagalan itulah yang membuat winger Aljazair tersebut melakukan aksi mogok. Mahrez diketahui bolos dari latihan selama tiga hari berturut-turut, dan tidak muncul di dua laga terakhir The Foxes. Akibat aksinya, sekarang ia terancam didenda 200 ribu pound sterling.

Pelatih Leicester, Claude Puel menilai, Mahrez akan kembali absen saat mereka bertandang ke Etihad Stadium di akhir pekan nanti. Puel berharap Riyad menggunakan waktu kosongnya ini untuk berpikir dengan jernih.

“Kami tentu berharap Mahrez bisa segera menjernihkan pikirannya dan kembali bermain bersama kami. Dia adalah seorang yang luar biasa dan sangat mencintai sepak bola. Sangat penting bagi kami jika dia bisa kembali bermain dan membela tim.” ungkap Puel saat diwawancara Sky Sports.

Sebenarnya Riyad Mahrez masih memiliki peluang untuk bergabung bersama The Citizen. Hal tersebut dapat dipastikan karena Pep Guardiola menyatakan niatnya untuk tetap memburu Mahrez di musim panas nanti.

Pep Guardiola Gagal Datangkan Riyad Mahrez Musim Ini

Pep Guardiola Gagal Datangkan Riyad Mahrez Musim Ini

Pep Guardiola Gagal Datangkan Riyad Mahrez Musim Ini Untuk Menambal Lini Serang The Citizen

Bandar Judi Bola – Pep Guardiola dikabarkan sedang tertarik untuk mendatangkan Riyad Mahrez dari Leicester City. Sayang, dengan tidak tercapainya kesepakatan antara kedua klub, kedatangannya ke Etihad Stadium di bursa trasnfer kali ini harus ditunda.

Penyerang Leicester City, Riyad Mahrez dikabarkan sedang diminati oleh pihak manajemen The Citizen. Pelatih Pep Guardiola juga menunjukkan ketertarikannya untuk merekrut pemain 26 tahun tersebut.

Apalagi saat ini City sedang mengalami krisis di pemain depan. Dengan cederanya Gabriel Jesus dan yang terbaru yakni Leroy Sane, otomatis City hanya memiliki 3 pemain yang berperan sebagai mesin gol. Hanya tersisa Sergio Aguero, Kevin de Bruyne, dan Raheem Sterling yang diandalkan di depan.

Sebelumnya Mahrez dikatakan akan hijrah ke City pada musim panas lalu. Mahrez bahkan disebutkan telah mengirim surat berisi permintaan supaya klub menjual dirinya dari The Foxes.

Baca juga : Aymeric Laporte Menjadi Rekrutan Terbaru The Citizen

Tapi, hingga bursa transfer ditutup, tidak ada kata sepakat dalam negosiasi harga mengenai kepindahannya.  The Foxes kabarnya memasang harga yang cukup tinggi untuk melepas pemainnya. Dari harga 90 juta pound sterling, City hanya bersedia menebus Mahrez senilai 60 juta pound pada penawaran pertamanya.

Setelah sempat mundur dari perburuan, City akhirnya kembali menawar Riyad. The Citizen bahkan menaikkan penawarannya menjadi 65 juta pound ditambah dengan satu pemain yang dilepas. Sialnya seiring dengan kenaikan penawarang yang diberikan City, The Foxes malah semakin menaikan harga jual Mahrez menjadi 95 juta pounds.

Merasa dipermainkan, Pep Guardiola dan klubnya menyatakan mundur dari perburuan Mahrez. Itu merupakan kali kedua mereka gagal, saat mendatangkan pemain bernama lengkap Riyad Karim mahrez itu. Setelah yang pertama di bursa musim panas tahun lalu.

Saat diwawancara oleh media Sky Sports, Guardiola mengatakan di musim panas mendatang mereka akan mencoba kembali untuk mendatangkan Mahrez. Meski tim nya mengalami krisis pemain penyerang, City akan mencoba bertahan dengan 3 striker untuk sisa musim ini.

Mahrez sendiri dikabarkan sudah tak lagi betah di Leicester. Ia ingin segera meninggalkan klubnya untuk bermain di tempat yang lebih besar seperti N’Golo Kante dan Danny Drinkwater yang sudah lebih dulu pindah.

Leicester Tahan Imbang Chelsea Di Stamford Bridge

Leicester Tahan Imbang Chelsea Di Stamford Bridge

Leicester Tahan Imbang Chelsea Di Kandangnya Sendiri Di Stamford Bridge Malam Tadi

Bandar Judi Bola – Leicester City sukses tahan imbang Chelsea di kandangnya sendiri. Bertanding di Stamford Bridge pada Sabtu malam tadi, Chelsea harus rela berbagi poin dengan tim tamu setelah pertandingan ditutup dengan skor akhir 0-0.

Chelsea harus rela dipermalukan di hadapan publik tuan rumah setelah gagal mengalahkan tamunya The Foxes. Leicester City yang berkunjung ke Stamford Bridge mampu tampil impresif sejak awal laga.

The Foxes bahkan beberapa kali mengancam gawang Courtois lewat peluang yang dihasilkan. Meski di babak kedua Leicester harus kehilangan salah satu pemainnya yang terkena kartu merah, namun mereka tetap tampil bagus.

Sejak laga dimulai, The Foxes sudah menekan pertahanan tuan rumah. Peluang membuka keunggulan bahkan datang tak lama setelah pertandingan dimulai. Melalui umpan silang Ben Chilwell di menit ke 9 yang diarahkan ke kotak penalti. Bola langsung disambar oleh Shinji Okazaki. Beruntung bagi Courtois, bola masih melambung ke atas.

Selang dua menit, peluang kembali tercipta untuk The Foxes. Kali ini lewat kerjasama Matty James dengan Jamie Vardy. Sayangnya sepakan Vardy masih melebar ke arah kiri gawang Chelsea.

Kesempatan Leicester yang berikutnya masih bisa digagalkan Courtois. Berawal dari sepakan pojok, umpan lambung Riyad Mahrez diarahkan kepada Wilfred Ndidi yang berdiri di dalam kotak penalti. Bola berhasil ditepis oleh Courtois setelah bersusah payah.

Serangan balik dari Chelsea baru datang di menit 17 lewat Eden Hazard. Sayang tembakan Hazard masih mengarah lurus ke Schmeichel. Setelah serangan dari Hazard, The Blues perlahan mulai bisa mengendalikan permainan.

Baca juga : Sakit Hati Wenger Terus Muncul Saat Mengingat Penalti Chelsea

Tuan rumah mengalami kesulitan saat harus menembus pertahanan Leicester. Bahkan hingga babak pertama dinyatakan berakhir, belum ada satupun gol yang berhasil dicetak oleh kedua tim. Skor kacamata masih bertahan.

Memulai babak kedua, Leicester kembali menekan tuan rumah seperti di babak pertama. Bahkan Jamie Vardy dkk tampil semakin agresif dan terus mengancam gawang The Blues.

Di menit ke 55, The Foxes nyaris mendapatkan penalti setelah Mahrez terjatuh saat melakukan kontak dengan Christensen. Namun wasit menyatakan pertandingan bisa dilanjutkan setelah sebelumnya melakukan pengecekan melalui rekaman video.

Leicester terpaksa harus bermain dengan sepuluh orang di menit ke 68. Ben Chilwell harus mengakhiri laga lebih cepat setelah wasit memberikan kartu kuning keduanya, setelah Ben melanggar Victor Moses.

Bermain dengan sepuluh orang, The Foxes langsung merapatkan barisan pertahanan. Dengan gaya permainan parkir bus, The Blues leluasa untuk melancarkan serangan pada pertahanan tim tamu.

Meski begitu, beberapa peluang yang didapat Chelsea pun belum bisa membuka keunggulan. Hingga wasit menutup laga, tak ada gol yang tersaji di 90 menit pertandingan berjalan.

Chelsea pun harus puas dengan tambahan satu poin, dan bertahan di posisi 3 klasemen dengan koleksi 47 poin.

Nyaris Dapat Poin Penuh, Kemenangan Manchester United Digagalkan

Nyaris Dapat Poin Penuh, Kemenangan Manchester United Digagalkan

Nyaris Dapat Poin Penuh, Kemenangan Manchester United Digagalkan Lewat Gol Tambahan Leicester City

Bandar Judi Bola – Nyaris dapat poin penuh, kemenangan Manchester United atas tuan rumah berhasil digagalkan. Gol tambahan dari Harry Maguire memupus harapan Setan Merah untuk memotong selisih poin dengan rivalnya, Manchester City.

Laga yang digelar di King Power Stadium pada Minggu (24/12/2017) dini hari tadi berakhir imbang dengan skor 2-2. Meski sempat unggul dengan skor 1-2, Setan Merah akhirnya harus puas pulang dengan 1 poin saja setelah Leicester mencetak gol penyama kedudukan di menit akhir pertandingan.

Sejak awal dimulai, sudah terlihat jika laga berjalan imbang. MU bahkan hanya unggul sedikit dalam penguasaan bola. Tampil dengan kekuatan penuh, pasukan Jose Mourinho sudah menekan pertahanan tuan rumah sejak awal.

Dua peluang dari Anthony Martial dan Juan Mata di awal laga masih bisa digagalkan oleh pemain belakang The Foxes. Menit ke 9, tuan rumah balas menyerang lewat serangan dari Riyad Mahrez dan Demarai Gray. Sayangnya tendangan Demarai belum menghasilkan angka.

Pendukung tuan rumah akhirnya bisa bersorak gembira setelah Jamie Vardy mencetak gol pembuka di menit ke 27. Bermula dari serangan balik cepat yang dibangun oleh Mahrez, Vardy sukses memaksimalkan umpan tersebut menjadi gol.

Tertinggal satu angka, MU berupaya mengejar lewat tendangan jarak jauh Paul Pogba. Sialnya tendangan Pogba masih belum bisa membawa MU menyamakan kedudukan.

Memasuki akhir babak pertama, gol balasan dari Juan Mata berhasil membawa MU menyamakan kedudukan. Mata sukses merobek gawang Schmeichel dari depan kotak penalti, setelah sebelumnya menerima umpan mulus dari Jesse Lingard.

Sampai waktu pertandingan babak pertama usai, belum ada lagi gol tambahan yang tercipta.

Lihat juga : Pertemuan Juventus Dengan AS Roma Dimenangkan Tuan Rumah

Kembali dari istirahat turun minum, peluang pertama MU datang lewat Paul Pogba di menit ke 52. Sayang kerja sama nya dengan Juan Mata belum menghasilkan angka. Hal serupa juga dialami Martial yang gagal mengeksekusi umpan dari Lukaku. Sepakan nya masih jauh melayang diatas mistar The Foxes.

Di menit ke 60, Setan Merah akhirnya berhasil membalikkan keadaan. Lewat tendangan bebas langsung, Mata sukses membawa timnya unggul sementara atas tuan rumah.

Lingard yang mencoba menambah keunggulan MU, belum bisa menghasilkan angka setelah tendangan nya hanya membentur tiang. Marcus Rashford pun melewatkan peluang emas dari Pogba. Rashford gagal melepaskan tembakan setelah dihalau oleh Schmeichel.

Keunggulan MU atas tuan rumah hanya bertahan sampai menit akhir pertandingan. Maguire yang lolos dari penjagaan Smalling berhasil menyelesaikan umpan dari Marc Albrighton, dan memaksa De Gea untuk mengambil bola dari gawangnya. Laga pun ditutup dengan skor 2-2.

Melaju Ke Semifinal Piala Liga Inggris, Manchester City Taklukkan Leichester

Melaju Ke Semifinal Piala Liga Inggris, Manchester City Taklukkan Leichester

Melaju Ke Semifinal Piala Liga Inggris, Manchester City Taklukkan Leichester Lewat Adu Penalti

Bandar Judi Bola – Melaju ke babak semifinal Piala Liga Inggris, Manchester City sukses taklukkan tuan rumah The Foxes. Leichester City harus tunduk dari tamunya setelah kalah dalam adu penalti dengan skor akhir 4-3.

Melakoni laga di King Power Stadium, City ditahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1 selama 120 menit. Hasil tersebut memaksa kedua tim harus menyelesaikan pertandingan lewat adu penalti.

Di babak pertama, City sempat berpeluang memimpin di menit ke 20. Sayangnya umpan silang yang dilepaskan Ilkay Guendogan malah mengarah langsung ke gawang The Foxes. Bola pun bisa diantisipasi dengan baik oleh Ben Hamer.

Pasukan Pep Guardiola baru bisa memimpin setelah gawang Hamer dibobol oleh Bernardo Silva. Berawal dari serangan balik cepat yang dibangun Guendogan, umpan terobos yang diarahkan ke Bernardo Silva dapat diselesaikan dengan baik. City memimpin 1-0.

Tertinggal lebih dulu, The Foxes mencoba melakukan serangan balik. Peluang Leichester datang lewat tendangan Kelechi Iheanacho, namun masih bisa digagalkan oleh Claudio Bravo. Keunggulan City pun bertahan sampai waktu turun minum.

Babak Kedua Hingga Adu Penalti

Mencoba meningkatkan daya serang, Claude Puel memasukkan Riyad Mahrez dan Jamie Vardy di babak kedua. Meski serangan yang dilancarkan The Foxes di babak kedua lebih berbahaya dan mengancam gawang City, sayangnya belum ada yang benar-benar menjadi gol.

Tim besutan Claude Puel baru bisa menyamakan kedudukan saat waktu pertandingan sudah memasuki injury time menit ke enam. Gol penyama kedudukan tersebut tercipta melalui titik putih, setelah Kyle Walker melakukan pelanggaran terhadap Demaray Gray.

Vardy yang menjadi eksekutor pun sukses menjalankan tugasnya untuk menyamakan kedudukan. Hasil imbang tersebut memaksa laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Di babak extra time pertama, Gabriel Jesus mendapat peluang emas untuk membawa keunggulan.

Sialnya bola sundulan Jesus masih bisa ditangkap oleh Ben Hamer. Di penghujung extra time pertama, tendangan bebas Yaya Toure juga masih bisa dihalau oleh kiper asal Inggris tersebut.

Keadaan di babak kedua extra time juga tak jauh berbeda dengan babak pertama, kedua tim terus meningkatkan serangan untuk meraih kemenangan. Namun hingga dua kali perpanjangan waktu usai, masih belum ada yang keluar sebagai pemenang.

Wasit memutuskan untuk menyelesaikan laga lewat adu penalti untuk menentukan pemenang. Lewat adu penalti, City akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 4-3.

Kemenangan ini diraih setelah dua eksekutor The Foxes, yakni Vardy dan Mahrez, gagal melaksanakan tugasnya. Tendangan yang dilancarkan Vardy melenceng dari gawang, sedang sepakan Mahrez berhasil dihalau oleh Bravo. Hasil ini membawa City berhak lolos ke babak semifinal Piala Liga Inggris.

Lihat juga : Wayne Rooney Kembali Tajam Setelah Pulang Ke Everton

Claudio Ranieri melakukan pertemuan dengan Riyad Mahrez dan Jamie Vardy

Claudio Ranieri, Leicester City, Premier League
Claudio Ranieri, Leicester City, Premier League

Bandar Judi Bola SBOBET Claudio Ranieri telah mengkonfirmasi ia mengadakan pertemuan dengan orang-orang kunci Riyad Mahrez dan Jamie Vardy minggu ini, serta ketua Leicester Vichai Srivaddhanaprabha

Ranieri, yang mengawasi kemenangan judul paling tidak mungkin dalam sejarah Premier League dengan musim lalu Foxes, telah datang di bawah tekanan dalam beberapa pekan terakhir dengan Leicester di posisi ke-16 dan hanya satu poin di atas zona degradasi.

Pada tahap ini musim lalu, Vardy dan Mahrez telah menjarah di lebih dari 30 gol di antara mereka, namun tahun ini mereka hanya memiliki 13, dengan lima datang dari titik penalti.

bentuk seperti meyakinkan Ranieri untuk duduk dengan pasangan minggu ini dalam upaya untuk mengubah penampilan mereka di sekitar dan menghidupkan kembali kemitraan yang menghancurkan musim lalu.

“Musim ini kami mencetak sangat sedikit gol. Saya tidak frustrasi karena aku sedang menunggu untuk jenis musim,” kata Ranieri.

“Tentu saja saya tidak berharap untuk menjadi begitu keras tapi itu normal setelah memenangkan gelar.

“Saya berbicara dengan Riyad [Mahrez] dan Jamie [Vardy] dan kita tahu mengapa [mereka telah mencetak kurang gol], dan saya tidak bisa memberitahu Anda.

“Ya, [pertemuan itu] hanya mereka karena mereka menghubungkan bersama. Jika Anda melihat berapa banyak gol mereka mencetak gol dan berapa banyak assist yang mereka buat, dan musim ini tidak ada. Itu saja.

“Ini selalu menarik [percakapan dengan Vardy dan Mahrez].

“Untuk Riyad, saya mengatakan kembali ke musim lalu Dua kata:. Kembali.

“Dia berusaha. Dia positif dan saya sangat sangat senang ketika dia positif. Saya melihat dia dan dia tersenyum dan tidak apa-apa.”

Leicester wajah Swansea pada hari Minggu di Stadion Liberty. dengan sisi Ranieri mencari kemenangan liga pertama mereka dalam enam pertandingan.

Rubah Ketua Srivaddhanaprabha terbang dari Thailand pekan ini untuk bertemu dengan Ranieri, di tengah spekulasi tentang masa depan Italia di klub.

“Saya berbicara dengan pemilik. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan dia,” tambah Ranieri.

“Ketua selalu positif, penuh energi. Dia fantastis.”

Claudio Ranieri menuntut perbaikan dari bintang Leicester City Riyad Mahrez

Read More
Riyad Mahrez, Leicester City

Bos Leicester Claudio Ranieri telah mengatakan Riyad Mahrez ia harus meningkatkan setelah mendapkan PFA Player of the Year sebelum Foxes kalah Everton.

 

Bandar Judi Sportsbook SBOBET – Pemain sayap Aljazair axed untuk pertama kalinya sejak Oktober 2015 sebagai juara merosot ke kekalahan kandang 2-0 pada Boxing Day.

Kevin Mirallas dan Romelu Lukaku mencetak gol untuk mendapatkan kemenangan Toffees di Stadion King Power, meninggalkan juara hanya tiga poin di atas zona degradasi Premier League.

mempertahankan gelar mereka compang-camping dan Foxes menghadapi pertempuran melawan penurunan dengan sisi Ranieri kehilangan setengah 18 pertandingan mereka – dan menang hanya empat kali – musim ini.

Mahrez, yang mencetak 17 gol untuk membantu Leicester memenangkan gelar kejutan musim lalu, masuk pada babak kedua, tapi tidak bisa memicu kebangkitan dan Ranieri telah menuntut lebih sebelum ia dapat kembali ke samping.

“Dia tidak dalam bentuk yang baik sekarang dan saya ingin merangsang dia,” katanya.

“Aku tidak melihat dia melakukannya dengan baik selama sesi pelatihan dan ia harus memberi lebih banyak untuk tim. Saya ingin lebih.

“Demarai [Gray, penggantian Mahrez ini] baik. Penampilannya yang baik. Saya mengubah dia untuk memberi lebih banyak keseimbangan ketika saya meletakkan Mahrez dalam dan mempertahankan 4-4-2 dengan [Marc] Albrighton, yang dapat membantu dua gelandang. ”

Pelatih Italia mengaku tidak terlalu khawatir dulu di nasib timnya, meskipun Foxes karena sekarang merosot ke 16 di meja, dia menuntut respon di kandang West Ham United, Sabtu.

“Khawatir? Tidak, tapi aku tahu dari bulan pertama kami berada dalam pertempuran ketika kami berada di atas dan ke bawah tahun ini, dan sekarang kami harus bereaksi segera,” katanya.

“Kami sekarang memiliki pertandingan lain di kandang melawan West Ham, yang menang 4-1 pergi hari ini, dan itu sangat penting untuk mendapatkan beberapa poin dari pertandingan itu.”

Apa yang paling kecewa Ranieri adalah bahwa timnya tampil mengendalikan pertandingan, hanya untuk itu harus dihidupkan kepalanya ketika Everton memimpin dengan upaya pertama mereka pada target.

“Kami ingin memberikan hadiah yang baik untuk fans kami dan melakukan sesuatu yang lebih baik, kami mengendalikan pertandingan, tetapi dengan tembakan pertama mereka dari pertandingan mereka mencetak gol,” katanya.

“Kami bereaksi sedikit terlambat dari tendangan panjang dari kiper, dan setelah gol mereka mereka memiliki kualitas yang sangat baik, kontrol pertandingan dan kepemilikan, dan bagi kami itu sangat, sangat sulit untuk mendapatkan kembali dalam permainan.

“Ini adalah garis yang sangat tipis seperti dari kesempatan pertama mereka, mereka mencetak gol dan kemudian setelah itu mereka menguasai pertandingan dan kami sedikit gugup, kami mencoba untuk membuat gol, tapi itu sulit hari ini.”

Satu positif dari kekalahan tersebut, meskipun, adalah meyakinkan debut Premier League bek 20 tahun Ben Chilwell untuk klub, sesuatu manajernya mengakui setelah pertandingan.

Ben Chilwell membuat performa yang fantastis dan debut sangat, sangat baik,” kata Ranieri.